Anake Sukses, Ibuke Ngenes

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 21:15 WIB
Ilustrasi anak sukses ibune ngenes. (Afrizal Syaiful M/JPRK)
Ilustrasi anak sukses ibune ngenes. (Afrizal Syaiful M/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Kelakuane Kang Dalbo iki jian ora patut ditiru. Ketokane menengan lan ora neko-neko. Eh, kenyataane sering ngelarani bojone. Di masa tuanya Yu Minthul pun uripe semakin ngenes. Meskipun anak-anaknya menjadi orang sukses.

Ya, ini kisah pernikahan  Kang Dalbo dan Yu Minthul, pasangan suami istri (pasutri) asal Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Mereka sebenarnya menikah bukan karena dijodohkan tetapi entah kenapa tak ada rasa saling cinta dan kasih di dalamnya.

Sakjane nikah ya ora dijodohne. Tetapi mbuh nyapo kelakuane bojoku neng aku ora seperti kekasih hidupnya,” ujar Yu Minthul.

Baca Juga: Ditinggal Tugas, Yu Minthul Gragas

Kang Dalbo dan Yu Minthul dipertemukan saat keduanya sudah berusia matang. Sehingga sama-sama siap untuk menikah. Tanpa menjalin hubungan lama, mereka juga mantap menuju jenjang serius.

Mbiyen sing nyedaki aku ora mung deweke. Enek beberapa wong lanang sing dekat. Penggaweane pun beragam, mulai dari pengusaha hingga abdi negara,” sungut Yu Minthul.

Sayangnya, karena nurut dengan orang tuanya, Yu Minthul pun memilih menikah dengan Kang Dalbo. Sosok laki-laki yang menjadi idaman orang tuanya karena sudah menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Baca Juga: Lambe Tangga Ikut Campur, Yu Minthul Babak Belur

Tak heran beberapa dari orang terdekatnya menjadikan pernikahan Yu Minthul dan Kang Dalbo sebagai contoh. Untuk bisa memiliki keluarga yang berkecukupan dan bahagia.

“Alhamdulillah kami juga dikaruniai dua anak yang cantik. Tur pinter-pinter,” terang Yu Minthul.

Akan tetapi, ada satu hal yang tak pernah diketahui orang. Dia seringkali menahan perasaannya karena sang bojo terlalu ngatur lan menuntut. Termasuk persoalan rumah yang seharusnya menjadi urusan Yu Minthul.

Baca Juga: Bojone Pergi Jauh, Yu Minthul Selingkuh

Seringkali Yu Minthul tak punya kuasa dan sering direndahkan. Apapun yang dilakukan sering disalahkan. Dengan alasan kurang pengalaman dan pengetahuan. Bahkan, yang menyakitkan ketika dikatakan tidak becus.

Sakjane aku ya ora nyangka yen bojoku tega. Tapi nasi wes jadi bubur, anak wes kadung loro. Ora ana pilihan lain selain bertahan,” gerutu Yu Minthul.

Saat masih tinggal bersama anaknya dia juga sering diremehkan. Tapi tetap bertahan karena dua anaknya menjadi penyemangatnya hidup. Hari-hari pun dilewati dengan penuh suka dan duka.

Baca Juga: Ora Diopeni, Yu Minthul ke Lain Hati

Sukanya anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang pintar. Selalu berhasil masuk sekolah favorit dan memiliki karir yang mentereng. Sementara, duka dia harus menahan perasaannya. Rasa sedih dan kecewanya.

Saiki anakku sukses uripku tambah ngenes. Urip cuma wong loro saben dina ana wae sing garai aku lara ati. Saiki awakku entek tur loro-loroen. Anakku uripe wes adoh kabeh,” pungkasnya. 

 

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
anak sukses ibune ngenes peh kediri yu minthul kang dalbo kota kediri