
KEDIRI, JP Radar Kediri - Ujian pernikahan tak melulu datang dari keluarga. Bisa jadi dari lingkungan tetangga. Yang tidak terlalu mengenal, tapi pengaruhnya bisa luar biasa.
“Lambene tanggaku pancene njaluk diplester. Ora begitu kenal tapi seolah tahu segalanya,” gerutu Yu Minthul, perempuan asal Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.
Hidup di lingkup perumahan tak membuat Yu Minthul terbebas dari omongan tetangga. Setiap harinya Yu Minthul harus mampu menahan diri. Tak jarang dia harus menangis karena perkataan tetangga yang membuat hatinya seperti diiris.
Usut punya usut ternyata tetangga iki iri dengan kehidupan Yu Minthul dan Kang Dalbo yang serba berkecukupan. Sedangkan hidupnya pas-pasan. Seringkali dia berpura-pura bahagia demi bisa menyaingi kehidupan Yu Minthul.
“Masak jarene aku ora bersyukur. Merga iseh memilih kerja padahal penghasilan suami sudah berkecukupan,” imbuhnya.
Hampir satu tahun rabi, tetanggane kuwi tetep wae menjengkelkan dan menganggap Yu Minthul kuwi musuhe. Tak heran saben dina ana wae sing garai Kang Dalbo marah-marah neng Yu Minthul.
Mulai dari memfitnah ada laki-laki lain yang datang ke rumah. Padahal aslinya kuwi kanca lawase sing lagi dolan neng Kediri. Juga omongan-omongan yang membuat Yu Minthul seolah tidak becus menjadi ibu rumah tangga.
“Jenenge wong gak seneng apa wae sing tak lakoni ora pernah bener neng matane,” sungut Yu Minthul.
Sing garai Yu Minthul lara ati adalah nalika bojone luwih percaya omongan tanggane. Dan tega menyakiti Yu Minthul dengan main fisik.




