Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Beda Aliran, Akhire Pegatan

Hilda Nurmala Risani • Jumat, 5 Juni 2026 | 16:23 WIB

 

Ilustrasi beda aliran berujung pegatan. (Afrizal Syaiful M/JPRK)
Ilustrasi beda aliran berujung pegatan. (Afrizal Syaiful M/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Kehidupan rumah tangga memang tidak selalu berjalan mulus. Ada hal-hal yang memicu pertengkaran.

Mulai dari yang kecil hingga besar. Setiap rumah tangga pun seharusnya punya solusi untuk mengatasinya. 

Sayangnya solusi itu tak ditemukan di rumah tangga Kang Dalbo dan Yu Minthul.

Rumah tangga mereka terpaksa hancur karena perbedaan aliran yang dianut. Anaknya yang berusia 13 tahun pun pada akhirnya harus menjadi korban. 

Sebenarnya sejak awal sudah diberi tahu orang tua, cuma mikirnya bisa diusahakan. Toh agamanya masih sama, cuma beda alirannya,ujar Yu Minthul, perempuan asal Kecamatan Kota, Kota Kediri itu.

Baca Juga: Istri Bergaya Sosialita Marai Kang Dalbo Menderita

Meskipun sudah mengetahui perbedaan tersebut Yu Minthul dan Kang Dalbo tetap melanjutkan hubungannya dengan alasan saling menerima. Padahal dari awal sudah mendapat alarm dari orang sekitar agar tidak melanjutkan hubungannya.

Ya, selain orang tua, kerabat Yu Minthul seringkali mengingatkan bahwa hubungannya tidak layak dilanjutkan. Itu karena perbedaan aliran berpengaruh pada kegiatan kesehariannya. Misalnya Kang Dalbo tidak melaksanakan selamatan. Sedangkan Yu Minthul keluarganya turun temurun melakukan.

“Sebenarnya sudah tahu. Tapi menganggap hal tersebut bukan menjadi masalah yang berarti. Jadi tetap terabas saja,ujar  Yu Minthul.

Baca Juga: Kisah-Kisah Rumah Tangga : Kang Dalbo Dipecat, Yu Minthul Jaluk Pegat

Menjalin hubungan pacaran selama 1 tahun membuat Yu Minthul cukup percaya jika Kang Dalbo mampu menjadi imam yang baik untuk keluarganya. Tak heran ketika Kang Dalbo ngajak rabi Yu Minthul langsung gelem.

Yu Minthul pun merayu orang tuanya agar merestui hubungane. Benar saja, orang tuanya tak bisa menolak permintaan sang anak.

Aku ngeyel rabi, gelem gak gelem wong tuwaku manut aku. Akhire mereka mengizinkan. Eh, jebule tak seindah itu,omel Yu Minthul.

Baca Juga: Kang Dalbo Ketiban Empyak, Wis Ditahan eh, Dijak Pegatan

Benar saja baru memasuki usia pernikahan ketiga rumah tangga Yu Minthul dan Kang Dalbo dilanda berbagai permasalahan. Puncaknya ketika ayah Yu Minthul meninggal dunia. Yu Minthul ingin mengadakan selamatan namun ditolak oleh Kang Dalbo.

Bahkan, ibunya yang ikut membujuk rayu juga tidak mempan. Justru Kang Dalbo marah dan mengancam pergi dari rumah.

Awale ya gak jadi masalah. Tapi suwe-suwe dadi masalah. Aku gak tega nyawang ibuku nangis merga ora oleh selamatan karo bojoku,terang Yu Minthul.

Baca Juga: Kang Dalbo Jahat, Yu Minthul Pilih Megat

Yu Minthul pun memilih pegatan. Sebab jika dipertahankan tradisi turun temurun keluarganya tidak bisa dilaksanakan. 

“Pesanku kepada para perempuan yang belum berkeluarga untuk memperhatikan alarm yang ada di sekitar. Jika sudah ada yang mengingatkan kalau bisa jangan diteruskan jika tak ingin berujung pada penyesalan,” pungkasnya. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#beda aliran #peh kediri #yu minthul #kang dalbo #pegatan