Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sing Wedok Banting Tulang, sing Lanang Ongkang-Ongkang

Hilda Nurmala Risani • Kamis, 1 Januari 2026 | 11:00 WIB

 

 

Ilustrasi : Afrizal Syaiful M/JPRK
Ilustrasi : Afrizal Syaiful M/JPRK

Iki cerita sing ora pantes ditiru. Sebab, tergolong kelakuan sing saru alias memalukan. Bagaimana tidak, ketika sing wedok banting tulang kerja  isuk sampek bengi, eh, bojone malah ongkang-ongkang neng omah.

Sakjane ini kehidupan sing ora diinginkan Yu Minthul. Deweke ingin bekerja keras saat masih single supaya nanti ketika menikah bisa hidup lebih santai. Mengurus suami dan anak saja, tanpa harus banting tulang.

Prinsipku dari awal wegah pacaran dengan lelaki pengangguran atau yang gajine di bawahku. Aku emoh yen kudu urip mlarat,ujar Yu Minthul, warga Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Kepincut Warisan, Berujung Pegatan

Terus piye kok bisa menjalin hubungan dengan Kang Dalbo? Yu Minthul menyebut karena sudah jatuh cinta. Sehingga ora peduli latar belakange bojone kuwi.

Awalnya perkenalan terjadi ketika keduanya bertemu dalam satu tongkrongan. Yu Minthul bersama temannya yang kebetulan juga mengenal Kang Dalbo.

Aku dikenalne kancaku. Pertama ketemu biasa wae, tapi langsung dijaluki kontak WhatsApp. Tak wenehi itung-itung tambah kanca,imbuhnya.

Singkat cerita mereka pun sering nongkrong bareng. Itu karena bosan dengan pekerjaannya. Bermaksud untuk mencari hiburan setelah capek bekerja seharian.

Baca Juga: Kurang Bersyukur, Rumah Tanggane Ajur

Tak jarang Yu Minthul juga berbagai cerita di tongkrongan tersebut. Dari beberapa temannya sing paling responsif adalah Kang Dalbo. Dia selalu mendengarkan dengan seksama dan memberi saran yang membuat Yu Minthul merasa luluh.

Akhire aku sering keluar berdua dengan Kang Dalbo. Kancaku ora weruh yen aku wes dekat dengan bojoku nalika kuwi,aku Yu Minthul.

Sampai pada puncaknya ketika ada permasalahan di tempat kerja yang membuat Yu Minthul sampai menangis. Dia langsung menelpon dan meminta jemput Kang Dalbo.

Baca Juga: Ngaboti Selingkuhan, Kelangan Pekerjaan

Ya, selama iki apapun butuhe Yu Minthul selalu diupayakan Kang Dalbo. Dewekeselalu siap sedia ketika Yu Minthul membutuhkan bantuan.

Semakin dekat aku baru tahu kalau Kang Dalbo kuwi pengangguran. Makanya itu deweke selalu bisa ketika aku butuh,gerutu Yu Minthul.

Semenjak kenal Kang Dalbo, kriteria Yu Minthul tentang pasangan juga berubah. Deweke menerima Kang Dalbo opo anane. Ora peduli yen pengangguran.

Baca Juga: Gayane Perlente Jebule Kere

Merasa cocok, akhire Yu Minthul dan Kang Dalbo menikah. Itu setelah 2 tahun masa perkenalan. Yu Minthul percaya jika rezeki akan datang nalika menikah nanti.

Jebul nalika rabi ora mung mangan cinta. Perhatian pun ora cukup sebab kebutuhan rumah tangga kuwi akeh,omel Yu Minthul.

Satu tahun pernikahan pun Yu Minthul sering bertengkar dengan bojone. Ya bagaimana tidak, ketika Yu Minthul sibuk bekerja justru Kang Dalbo berangkat untuk bermimpi indah. Sementara malamnya sibuk nongkrong.

Nalika dadi pacar memang seneng diperhatikan. Eh, basan dadi bojo senep juga ngerasakne,pungkas Yu Minthul dengan nada kesal.

Editor : rekian
#pekerja keras #pengangguran 2025