Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gayane Perlente Jebule Kere

Hilda Nurmala Risani
ILUSTRASI: Afrizal Syaiful M/JPRK
ILUSTRASI: Afrizal Syaiful M/JPRK

Setiap hari penampilan Sudrun bikin wanita terpana. Dia tampil trendi dan selalu wangi. Gayanya itu selaras dengan pekerjaannya yang mengaku sebagai pengusaha. Sepintas, dia tak harus bersusah payah bekerja tapi uang selalu masuk ke sakunya.


Advertisement

Tak heran, orang yang melihat Sudrun selalu menganggapnya sebagai pasangan yang ideal. Tidak hanya tampan, dia juga kaya.“Ya sapa sing ora tertarik. Pasti kabeh gelem. Termasuk aku,” aku Yu Minthul, perempuan asal Kecamatan Kayenkidul, Kabupaten Kediri tentang ketertarikannya pada Sudrun.

Meski selalu tampil rapi, bukan berarti Sudrun kuwi gay kayak sing dituduhkan orang-orang. Deweke tetap berlaku normal layaknya lelaki pada umumnya. Dia tertarik menjalin hubungan dengan perempuan. Termasuk urusan ranjang. “Awal-awal aku diseneni wong tuwaku. Merga deweke kayak wong lanang ora normal,” imbuhnya.

Advertisement

Seiring berjalannya waktu, Yu Minthul pun semakin terpesona dengan Sudrun. Sampai akhirnya dia menyatakan bersedia untuk menikah. Sayangnya, setelah menikah, sikap Sudrun mulai terlihat satu per satu. Termasuk urusan harta yang ternyata tidak sekaya yang dikira orang-orang. “Ya, aku ngertine sering enek bank titil moro neng omah. Nagih utange bojoku,” gerutu Yu Minthul.

Ketika ditanya tentang penggunaan uang, Sudrun tidak pernah berkata jujur. Dia selalu beralasan uangnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Satu tahun hingga tiga tahun pernikahan semua masih bisa dimengerti. Sampai akhirnya ada bon utang sejumlah puluhan juta rupiah. “Jelas bukan karena rumah tangga. Merga selama iki aku dikongkon urip hemat,” omel Yu Minthul.

Advertisement

Merasa ada yang janggal, Yu Minthul pun berupaya mencari tahu kebenarannya. Hasilnya, diketahui bahwa uang hasil utang kuwi digawe untuk hidup mewah. Membeli barang-barang branded untuk bisa tampil wah. Bermodal gaya perlente itu, Sudrun berhasil masuk circle pertemanan orang-orang kaya. Dari sanalah dia mencari utang.

“Istilahe gali lubang tutup lubang. Utang di satu teman, nyari uang ke teman lainnya untuk menutupi,” bebernya.

Melihat gaya hidup Sudrun, Yu Minthul tidak bisa menutupi rasa kecewanya. Dia semakin sakit hati karena Sudrun tidak pernah jujur saat masih pacaran.

Giliran wes rabi baru terbongkar semuanya. Pengennya bercerai tapi Yu Minthul masih cinta. “Sakjane pengen pegatan. Tapi apa omonge tonggoku engko. Ndisek wis tak bangga-banggakan jebule zonk,” gerutu Yu Minthul.

Mempertimbangkan hal itu, Yu Minthul pun memilih bertahan. Mendampingi bojone melewati masa sulitnya. Setahun berlalu, ternyata utang Sudrun tak kunjung habis. Sebaliknya, hidupnya semakin ora nggenah.

Deweke pulang malam dengan alasan bisnis. Padahal asline sedang mencari tante-tante di tempat karaoke.“Aku oleh laporan yen bojoku selingkuh karo tante-tante neng karaoke. Jujur kaget tapi realitanya ngono kuwi,” ujarnya dengan nada kecewa.

Marah melihat sikap Sudrun, Yu Minthul langsung mengajukan gugatan cerai ke pengadilan. “Kesabaranku ora enek artine. Deweke milih main belakang,” sesal Yu Minthul meminta masyarakat mempertimbangkan bibit, bobot, dan bebet sebelum memutuskan menikah agar tak berakhir luka.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Advertisement

Artikel Terkait

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Usung Misi Bangkitkan Ekosistem Bisnis, HIPMI Kabupaten Kediri Kolaborasi dengan Radar Kediri

Sinergi yang dibangun dengan Jawa Pos Radar Kediri diharapkan bisa membuka jalan organisasi pengusaha muda ini untuk mengabdikan diri bagi masyarakat Kediri.

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Siap Unjuk Bakat! Peserta School Contest XVIII Antusias Mengikuti TM

Antusiasme menyambut School Contest XVIII – GENZVERSE Digital Roots Local Soul semakin terasa. Kemarin (21/10), peserta dari empat kategori lomba bersemangat

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Excited Menunggu School Contest 2026! Empat Lomba Ikuti Technical Meeting Hari Pertama

Atmosfer persaingan di antara para peserta School Contest  2026 mulai terasa. Setidaknya terlihat dalam technical meeting (TM) hari pertama-dari rencana tiga hari.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer