Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Kampung Hanya Ramai saat Sore Hari

Iqbal Syahroni • Selasa, 3 Oktober 2023 | 18:32 WIB

Photo
Photo

Keusilan di Kampung Sengkuni akan sulit dijumpai saat pagi. Di waktu itu, suasananya pasti sepi. Para orang tua lebih banyak beraktivitas di kebun dan sawah. Sementara anak-anaknya bersekolah. Kampung ini mulai ramai saat sore ketika mereka para orang tua pulang dari kebun dan sawah.

“Ramainya jam empat (sore, Red) sampai malam,” ujar Sekretaris Desa (Sekdes) Bendolo Andi Kisworo. Kampung yang dihuni 18 kepala keluarga terbilang sepi. Kondisinya akan lebih hidup jika bapak-bapaknya sudah pulang dari sawah dan kebun membawa rumput untuk pakan ternak. 

Jika ada yang pulang lebih awal, warga Kampung Sengkuni ini lebih memilih beristirahat di rumah. Jadi saat berkunjung di sana, suasananya tampak sepi. Anak-anak mereka mulai terlihat setelah jam pulang sekolah. Sekitar pukul 11.00 sampai 13.00. Anak-anak yang bermain di halaman rumah bisa dihitung dengan jari. Biasanya mereka menyusul orang tuanya di kebun. Mayoritas adalah petani cengkih. 

Selepas pulang dari kebun, warga yang rata-rata adalah petani itu memilih untuk ngobrol di pelataran rumah warga. Tempat yang mereka jadikan tempat kumpul ada di rumah Ketua RT 02, Parlan. Termasuk halaman musala yang terletak di depan rumah Parlan. “Sore pasti rame, Mas,” imbuh Parlan.

Baca Juga: DPRD Kabupaten Nganjuk Terima Usulan Raperda APBD Tahun 2024

Karena banyak yang bekerja di kebun, Parlan mengamini jika Kampung Sengkuni selalu tenang saat pagi. Hanya ada beberapa anak-anak yang masih kecil bermain di sekitar rumah. “Anak-anak itu bermain di kolam untuk pegang ikan. Kadang ya cuma lari-larian di sekitar sini,” ujar bapak tiga anak itu sembari menunjuk lahan kosong di dekat kolam ikannya.

Keheningan Kampung Sengkuni itu lebih meriah jika waktunya panen cengkih. “Setiap tahun, pas panen cengkih, pasti ramai di rumah-rumah ini,” pungkas lelaki bertubuh kurus itu sembari menunjuk rumah di sekitar.

Sementara itu, Mujiono, 56, warga Kampung Sengkuni mengakui hal tersebut. Selain berkebun, warga kampung juga disibukkan untuk mencari rumput. “Habis Maghrib lebih ramai lagi,” ucapnya. Ramainya warga berkumpul di rumah Parlan itu menunjukkan bahwa warga kampung di sana sudah sangat akrab. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kampung #jelajah #Sengkuni #desa unik