Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Perjuangan Kades Cepoko Berbek saat Masih Kuliah

Iqbal Syahroni • Kamis, 10 Agustus 2023 | 17:55 WIB

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk –
Sebelum jadi Kepala Desa Cepoko, M. Kholid Isyikandar dikenal sebagai seorang sopir. Pekerjaan sebagai sopir itu dia geluti ketika masih kuliah. Mulai dari mengangkut duku hasil panen petani di desanya hingga menjadi sopir cadangan di MI Darul Muta’alimin Cepoko. “Bantu-bantu orang tua. Kebetulan, kan, di Cepoko (desa, Red) terkenal penghasil buah duku,” ungkap lelaki yang kerap disapa Kholid ketika menjelaskan alasan menjadi sopir.

Kades berusia 36 tahun itu mengatakan, ayahnya sudah mengenalkan potensi buah duku kepada dirinya sejak sekolah. Ketika itu dia diajari untuk merawat hingga memetik hasil panen dengan baik. Setelah kuliah, dia menyempatkan untuk pulang agar bisa bantu orang tua. Saat kuliah, dia hanya fokus menjadi sopir untuk mengangkut hasil pertanian menggunakan mobil.

Karena itu ketika musim panen, Kholid kerap pulang ke kampung. Tiap akhir pekan pasti di rumah. ”Dulu pas musim panen, selesai jam kuliah langsung ke sini (kebun duku, Red),” kenang lulusan Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Kediri. Selain mengangkut duku dari petani lokal, dia tetap menjadi sopir andalan ketika mengirimkan duku ke luar kota. Dari sopir dia belajar tentang bisnis dari ayahnya sebagai penjual buah duku.

Baca Juga: Produksi Bawang Merah Nganjuk Tahun Ini Merosot, Begini Penjelasan Petani

Setelah tamat kuliah, Kholid pun diminta membantu ayahnya menjadi sopir di MI. Dia menjadi sopir cadangan di madrasah yang dipimpin oleh ayahnya sendiri. Ketika ada pemilihan kepala desa pada 2013 lalu, anak bungsu dari 7 bersaudara itu ikut sebagai kontestan pemilihan kades.

Kholid tidak pernah berfikir bakal jadi kepala desa. Pertama kali menjadi calon kades, usianya masih sangat muda. Kepada wartawan koran ini, Kholid mengaku, memutuskan untuk maju karena dorongan dari warganya. Dia tidak bisa mengelak. Meski awalnya pesimis karena menjadi kontestan termuda, namun faktanya dia sukses mendulang suara terbanyak.

”Ketika itu (2003, Red) jadi kades termuda,” ungkap bapak dua anak itu. Berkat kepiawaiannya menjadi pemimpin di Desa Cepoko, pada 2019 lalu, dia kembali dipercaya masyarakat untuk mengemban amanah sebagai kades untuk periode kedua.

Karena sekarang mengemban amanah dari masyarakat , pekerjaannya yang dulu dipasrahkan ke pekerja. Mulai dari merawat tanaman, sortir buah saat panen hingga pengiriman. Sekarang dia fokus 100 persen sebagai kepala desa saja. Dia hanya sesekali mengawasi dan ikut sortir kiriman buah duku. Termasuk mengecek pengiriman hingga ke Surabaya, Solo, dan Jakarta.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kades nganjuk #kades #nganjuk #kepala desa