Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

MPU Mati Suri, Target Pendapatan Terlampaui

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 16 Februari 2023 | 20:38 WIB
(Foto: Karen Wibi)
(Foto: Karen Wibi)
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Mobil Penumpang Umum (MPU) di Nganjuk seperti mati suri. Jumlah MPU yang beroperasi setiap hari bisa dihitung jari. Penumpangnya juga sepi. Meski demikian, pendapatan dari retribusi terminal non-bus atau MPU justru mampu melampaui target.

“Untuk tahun 2022, PAD dari terminal non-bus berhasil mencapai 106,10 persen dari target,” terang Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tri Wahyu Kuntjoro Nganjuk kepada wartawan koran ini.

Tri menerangkan, tahun ini Dishub Kabupaten Nganjuk berhasil mendapat PAD terminal non-bus sebesar Rp 20.320.000. Sedangkan, target yang diberikan adalah Rp 19.100.00. “Kami berhasil melebihi target Rp 1.220.000,” ujarnya.

Walaupun melampaui target, Tri menerangkan jika jumlah tersebut lebih rendah dari tahun 2021. Entah itu dari target maupun dari realisasi. Karena di tahun 2021, Dishub Kabupaten Nganjuk menarget Rp 22.350.000. Sedangkan di akhir tahun Dishub Kabupaten Nganjuk berhasil mendapat Rp 22.405.000 atau 100,30 persen.

Lalu kenapa target dan realisasi mengalami penurunan? Tri menerangkan, ada beberapa alasan mengapa Dishub menurunkan target dari Retribusi Pelayanan Penyediaan Tempat Parkir untuk Kendaraan Penumpang Umum di Terminal Non-bus.

Salah satu alasan utamanya adalah karena banyak MPU yang kini mulai gulung tikar. Bahkan Tri menjelaskan jika kini hanya tersisa 3 jurusan MPU. Yaitu dari Nganjuk-Kertosono, Nganjuk-Sawahan, dan Nganjuk-Wilangan.

Jumlah tersebut berkurang drastis. Karena sekitar tahun 2000 hingga 2010, jurusan MPU di Kabupaten Nganjuk masih berjumlah puluhan unit.

Masyarakat juga memiliki alasan mengapa tidak lagi menggunakan MPU. Yaitu karena kini mereka sudah memiliki kendaraan bermotor. Salah satunya adalah sepeda motor.

Terpisah, Jaelani, 61, seorang sopir MPU mengaku jika setiap tahunnya, dirinya selalu mengalami penurunan penumpang. Bahkan untuk mencari satu atau dua penumpang, Jaelani harus menunggu  sekitar 1 jam di terminal. “Sudah banyak yang naik motor. Sekarang juga ada ojek online,” keluhnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita terkini #berita viral #berita terbaru #berita hari ini #radar nganjuk