Gempa Susulan Flores Capai 4.258 Kejadian, BMKG Prediksi Masih Berlangsung 3–4 Minggu

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:10 WIB
Ilustrasi menghitung gempa.
Ilustrasi menghitung gempa.

JP Radar Kediri–Rangkaian gempa susulan pascagempa utama berkekuatan M7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih cukup aktif.

Dilansir dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga Jumat (21/8) pukul 05.00 WIB tercatat sebanyak 4.258 kejadian gempa susulan.

Dari ribuan kejadian tersebut, sebanyak 118 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain itu, BMKG mencatat terdapat 31 gempa susulan dengan magnitudo di atas M5,0.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto memprediksi rangkaian gempa susulan tersebut masih akan berlangsung dalam tiga hingga empat minggu ke depan.

Menurut dia, aktivitas pada fase awal masih menunjukkan pola yang kompleks sehingga belum terlihat peluruhan yang sederhana.

Dalam pemantauan BMKG, aktivitas gempa susulan masih tergolong tinggi. Pada hari pertama tercatat 704 kejadian dalam 24 jam, kemudian meningkat menjadi 746 kejadian pada hari kedua.

Jumlah tersebut selanjutnya turun menjadi 668 kejadian pada hari ketiga, 649 kejadian pada hari keempat, dan 627 kejadian pada hari kelima.

Namun, aktivitas kembali meningkat pada hari keenam dengan 802 kejadian dalam kurun waktu 24 jam.

Sejumlah gempa susulan juga menimbulkan guncangan yang cukup kuat dan dirasakan masyarakat dengan intensitas IV–VI MMI.

Baca Juga: Kelud Tetap Level Normal, Lima Gempa Tektonik Jauh Terekam

Di antaranya gempa M5,6 pada 19 Agustus pukul 23.17 WIB, kemudian M5,8 pada 20 Agustus pukul 05.45 WIB.

Gempa signifikan kembali terjadi pada 20 Agustus pukul 09.47 WIB dengan kekuatan M5,8. Guncangan tersebut memicu kerusakan susulan pada sejumlah bangunan dan jembatan yang sebelumnya terdampak, serta menyebabkan tanah longsor di beberapa titik.

Hasil relokasi BMKG menunjukkan gempa susulan tidak tersebar secara merata. Aktivitas membentuk sejumlah klaster, dengan klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7 di utara Nagekeo dan memanjang mengikuti arah Flores Back-arc Thrust.

Klaster lainnya muncul di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.

Pergerakan pusat aktivitas juga dinamis, dengan gempa pada empat hari pertama tersebar dari timur hingga barat sebelum aktivitas bergeser dan lebih terkonsentrasi di klaster bagian barat pada hari kelima dan keenam.

BMKG terus memantau perkembangan gempa tersebut secara real-time selama 24 jam setiap hari. Pemantauan mencakup jumlah kejadian, magnitudo, persebaran sumber gempa, arah pergerakan aktivitas, hingga karakteristik sumber gempa.

BMKG mengimbau masyarakat terdampak tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Untuk memastikan informasi terkini dapat diakses masyarakat, BMKG memperbarui data aktivitas gempa susulan dua kali sehari, yakni setiap pukul 05.00 WIB dan 17.00 WIB. Pembaruan tersebut disampaikan melalui kanal media sosial resmi BMKG.

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri, BMKG
Gempa susulan BMKG gempa