JP Radar Kediri – Informasi terbaru soal pendaftaran CPNS 2026 sedikit demi sedikit diungkapkan progresnya yang dilakukan pemerintah.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Rini Widyantini telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan mengenai ketersediaan anggaran untuk CPNS 2026.
Koordinasi itu dilakukan saat rapat kerja bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 30 Juni 2025.
Rini Widyantini menyatakan pemerintah belum menetapkan jadwal pembukaan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2026.
Ia mengaku saat ini lembaganya masih menyusun kerangka formasi CPNS yang dibutuhkan untuk tahun ini. Kerangka itu meliputi jumlah sumber daya pegawai hingga kompetensi yang dicari oleh setiap kementerian dan lembaga.
“Jadi kalau masalah waktu belum bisa kita tentukan, itu prosesnya masih sangat panjang,” kata dia ditemui di Kantor Kemenpan-RB, Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.
Menurut Rini, Kementeriannya telah menyurati semua kementerian dan lembaga pemerintah untuk membuat pengajuan formasi serta kuota CPNS di masing-masing instansi.
Di samping itu, Kemenpan-RB telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan mengenai ketersediaan anggaran. “Jadi tidak bisa ujug-ujug kita umumkan ada pembukaan (CPNS 2026),” tuturnya.
Baca Juga: Yes! Pembukaan Seleksi CPNS 2026 Kian Terlihat, Menteri PANRB Menghitung Kebutuhan dan Formasi
Pemerintah Berupaya Membuka Seleksi CPNS 2026
Rini mengatakan pemerintah berupaya untuk bisa membuka seleksi CPNS 2026. Ia memperkirakan kebutuhan sumber daya pegawai baru pada tahun ini mencapai 160 ribu orang, selaras dengan jumlah ASN yang pensiun pada 2025.
Namun, kata dia, kuota yang akan dibuka nanti belum tentu sesuai dengan jumlah tersebut. Rini berujar semua bergantung pada ketersediaan anggaran.
“Kita perlu 160 ribu tapi misal yang lolos cuma 30 ribu, tentu kita harus memikirkan bagaimana cara mengisi 120 ribu sisanya, kan.”
Baca Juga: Pembukaan Seleksi CPNS 2026 tengah Direncanakan Menteri PANRB, Ini yang Tengah Diprioritaskan
Kementerian Keuangan Siapkan Strategi Rekrutmen
Selain arah kebijakan nasional, kepastian rekrutmen juga terlihat dari rencana strategis instansi pusat. Salah satu yang paling siap adalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Rencana penambahan pegawai ini tertuang secara rinci dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kemenkeu Tahun 2025-2029. Dalam aturan tersebut, Kemenkeu tidak hanya mengandalkan jalur CPNS umum, tetapi juga memaksimalkan rekrutmen melalui Sekolah Kedinasan (PKN STAN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Bahkan, Kemenkeu tengah mengkaji penerapan sistem rekrutmen ASN yang lebih fleksibel guna menyesuaikan dengan kebutuhan organisasi yang dinamis.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengungkapkan bahwa pihaknya akan membuka pendaftaran CPNS 2026.
Namun, pendaftarannya terbatas atau hanya terbuka pada lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) dan sekolah menengah atas (SMA).
Hal ini dikarenakan Kemenkeu telah membuka pendaftaran CPNS untuk jalur umum pada rekrutmen sebelumnya.
Kemenkeu sendiri berencana menyerap 279 lulusan STAN pada pendaftaran CPNS tahun depan.
Bahkan, Kemenkeu juga akan membuka lowongan bagi 300 pekerja lulusan SMA di seluruh Indonesia sebagai petugas lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Membuka Pendaftaran
Kepala BRIN, Arif Satria telah memberikan sinyal bahwa lembaganya akan membuka pendaftaran CPNS 2026 dengan formasi periset sebagai siasat atas minimnya jumlah periset di Indonesia.
Beberapa bidang yang diprioritaskan diantaranya,
- pemuliaan tanaman,
- nanoteknologi,
- genomics,
- antariksa,
- sains material,
- dan bidang teknologi keberlanjutan.
Menurutnya, jumlah periset Indonesia saat ini sendiri masih berada di angka 300 orang per satu juta penduduk.
Hal ini jauh berbeda dengan kondisi di negara maju, yang memiliki sekitar 4.000 periset per satu juta penduduk.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil