Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Peran Komnas Perlindungan Anak Dinilai Minim untuk Selamatkan Grooming Aurelie Moeremans di Masa Lalu, Kak Seto Akhirnya Buka Suara!

Zeyra Putri Widhianingtyas • Rabu, 14 Januari 2026 | 21:41 WIB

Ketua LPAI Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto.
Ketua LPAI Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto.
JP Radar Kediri - Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans yang mengisahkan pengalamannya sebagai korban child grooming di masa lalu ikut menyeret nama Pemerhati Anak Seto Mulyadi atau Kak Seto.

Dalam cerita tersebut, ibunda Aurelie, Sri Sunarti, bercerita sempat mendatangi Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) yang berada di bawah naungan Kak Seto.

Namun, dalam pengakuan di buku itu, upaya tersebut disebut tidak menghasilkan kejelasan. Hal tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan memicu berbagai tanggapan di media sosial.

Baca Juga: Siapakah Roby Tremonti? Sosok yang Viral setelah Rilis Child Grooming Memoar Broken Strings Miliki Aurelie Moeremans, Berikut Profilnya

Setelah dari Kak Seto, ibunda Aurelie Moeremans juga sempat mengunjungi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk mengetahui terkait perlakuan tidak baik yang dialami Aurelie Moeremans yang diduga dilakukan oleh Roby Tremonti. 

Dinilai tidak berperan aktif dalam upaya menyelamatkan Aurelie Moeremans, Kak Seto akhirnya buka suara.

Melalui unggahan di Instagram Story, ia menepis tudingan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya tidak tinggal diam terkait kasus yang dialami Aurelie.

“Mohon kepada para sahabat semua, kiranya kita dapat menyikapi kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang jernih, tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru,” ujar Kak Seto, dikutip dari Jawapos, (14/1).

Baca Juga: Profil Aurelie Moeremans, Artis Cantik Blasteran Belgia Sang Penulis Memoar “Broken Strings: Fragments Of Stolen Youth”

“Pada masanya, kami telah berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab kami saat itu,” imbuh Kak Seto.

Ia menyampaikan pemahaman bahwa setiap peristiwa tidak menyenangkan yang dialami seseorang pasti meninggalkan luka.

Namun menurutnya, pengalaman tersebut juga dapat menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat.

Baca Juga: Bongkar Kisah Pahit Masa Kelam, Ini Link Baca Gratis Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Versi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

“Apabila di tahun 2026 ini ada pihak yang kembali mengangkat kasus tahun 2010 tersebut, kiranya hal itu tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang secara pribadi, atau mengubah makna fakta yang sebenarnya,” kata Kak Seto.

Pernyataan tersebut disampaikannya sebagai respons atas berbagai tudingan yang berkembang di ruang publik.

Ia berharap persoalan tersebut dapat dipahami secara utuh dan dijadikan pembelajaran bersama, khususnya dalam upaya perlindungan anak agar kasus serupa tidak terulang.

 Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
 
 

 

 

Editor : rekian
#kak seto #roby tremonti bantah lakukan kekerasan ke aurelie moeremans #aurelie moeremans #Broken Strings #Broken Strings Fragments of a Stolen Youth #komnas pa