Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Siap-siap Banyak Penerima Baru! BPS Alihkan Pengganti Penerima Bansos PKH BPNT Tahap 4 Untuk KPM Jatim, Jateng, dan Jabar Kategori Ini

Shinta Nurma Ababil • Minggu, 9 November 2025 | 01:33 WIB
Ilustrasi pengambilan bansos
Ilustrasi pengambilan bansos

JP Radar Kediri - Kabar baik untuk KPM yang masih belum terima bansos, atau tak pernah dapt bansos. Karena, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memastikan calon pengganti keluarga penerima bantuan sosial (bansos) untuk periode penyaluran triwulan IV 2025 terbanyak berada di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Akan ada kategori penerima baru yang mendapat bansos tahap 4, seperti lansia tunggal, penyandang disabilitas yang hidup sendiri, dan keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, BPS bersama Kementerian Sosial telah memiliki data penerima bantuan sosial berbasis nama dan alamat yang memungkinkan pemetaan akurat penerima hingga tingkat kabupaten dan kota.

BPS mengumumkan kuota pengganti keluarga penerima bansos periode triwulan IV (Oktober, November, Desember) tersebut sebagaimana hasil pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) ada sebanyak 4,2 juta keluarga.

“Kita sudah bisa menampilkan sebarannya berdasarkan provinsi maupun kewilayahan kota. Karena alamatnya sudah jelas, kita tahu di mana posisi orang itu berada dan di mana sebaran rumah tangga miskin,” kata Amalia, didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf beserta jajaran itu.

“Secara jumlah, orang miskin memang paling banyak terkonsentrasi di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Nah jadi tentunya nanti proporsi ini juga 4,2 juta semestinya secara jumlah ya itu berlokasi di situ,” ujarnya.

Data tersebut merupakan hasil tindak lanjut verifikasi terhadap 16,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) bansos.

Dari jumlah itu, 4,2 juta keluarga dinyatakan tidak lagi layak menerima bantuan karena sudah memiliki penghasilan tetap atau peningkatan kesejahteraan.

BPS dan Kemensos kemudian sepakat untuk mengganti kelompok tersebut dengan kategori penerima baru, seperti lansia tunggal, penyandang disabilitas yang hidup sendiri, dan keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Dia menegaskan, BPS dan Kemensos akan memperkuat koordinasi hingga tingkat daerah melalui rapat koordinasi teknis (rakornis) bersama BPS provinsi, kabupaten, kota, dan dinas sosial untuk mempercepat validasi data bansos di lapangan.

Deretan program bansos dari pemerintah mulai tersalurkan baik untuk Bantuan reguler maupun tambahan. Bantuan reguler itu meliputi bansos PKH BPNT, dan tambahan seperti BLTS Kesra Rp900 ribu.

Seluruh bantuan akan disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari bank-bank himbara seperti Mandiri, BNI, BRI, dan BSI.

Per hari ini, Sabtu, 8 November 2025, penyaluran bansos hampir merata di seluruh wilayah tanah air.

Selain BLT Kesra, bantuan BPNT dan PKH Tahap 4 juga cair pada periode yang sama.

BPNT disalurkan dalam bentuk saldo pangan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, sedangkan PKH ditujukan bagi kelompok penerima seperti ibu hamil, balita, lansia, dan penyandang disabilitas.

Pemerintah memastikan proses pencairan dilakukan sesuai jadwal dan diawasi secara ketat agar bantuan tepat sasaran.

BLTS Kesra mencakup periode Oktober hingga Desember dengan total Rp900.000, hasil akumulasi dari Rp300.000 per bulan. Sasaran utamanya adalah keluarga miskin dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang berada pada kategori desil 1 hingga 4.

Namun, tidak semua penerima PKH dan BPNT otomatis memperoleh BLT ini karena setiap bantuan memiliki kriteria tersendiri.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#Bansos PKH BPNT November 2025 #bansos 2025 #Bansos November 2025 #pkh #kpm #bpnt #bps #Bansos cair #bansos