Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sadis! Driver Ojol Mojokerto Tega Mutilasi Pacar Jadi Ratusan Potongan, Puluhan Dibuang di Jurang Pacet

Ilmidza Amalia Nadzira • Senin, 8 September 2025 | 18:51 WIB
Tampang pelaku mutilasi di Mojokerto.
Tampang pelaku mutilasi di Mojokerto.

JP Radar Kediri - Kasus pembunuhan disertai mutilasi kembali mengguncang Jawa Timur. Seorang pria bernama Alvi Maulana (AM), warga asal Sumatera Utara, ditangkap aparat Polres Mojokerto setelah diduga menghabisi nyawa kekasihnya, Tiara Angelina Saraswati (25), warga Lamongan. Peristiwa tragis ini membuat geger, lantaran korban dimutilasi hingga menjadi ratusan potongan tubuh.

Puluhan potongan tubuh korban ditemukan berserakan di jurang Pacet–Cangar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, sementara ratusan potongan tulang lainnya berhasil diamankan polisi dari kamar kos pelaku di kawasan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya.

Baca Juga: Tunjangan Pensiunan PNS Diatur Ulang, Berikut Rincian Komponen, Dasar Hukum, dan Mekanisme Pencairannya

Informasi yang dihimpun Radar Kediri, pelaku dan korban tinggal bersama di sebuah kamar kos selama kurang lebih lima bulan terakhir. Ketua RT setempat, Heru, menyebut hubungan keduanya sempat simpang siur.

Ada kabar mereka menikah siri, namun keluarga korban memastikan bahwa status hubungan mereka hanyalah pacaran.

“Sehari-hari pelaku jarang keluar. Kalau pun keluar hanya untuk kerja atau beli makan. Orangnya pendiam, tidak banyak bergaul,” terang Heru saat ditemui wartawan, Minggu (7/9).

Heru menambahkan, pekerjaan sehari-hari AM adalah driver ojek online. “Informasinya bukan Gojek, tapi Maxim. Itu pun saya dengar dari warga yang sering berjualan di depan kos,” tambahnya. Karena sifat pendiamnya, AM tidak terlalu menonjol di lingkungan dan hampir tidak pernah dicurigai warga.

Baca Juga: Full Senyum! Pensiunan PNS Kini Dijamin 4 Komponen Penghasilan Sesuai UU ASN Terbaru

Kronologi Sadis

Kepala Satreskrim Polres Mojokerto, AKP Fauzy Pratama, menjelaskan kronologi kejadian. Pada Minggu (31/8) sekitar pukul 02.00 WIB, AM membunuh korban di kamar kos menggunakan pisau dapur. Setelah dipastikan tak bernyawa, tubuh korban dipotong-potong menggunakan pisau jagal hewan di kamar mandi.

Keesokan paginya, sebagian potongan tubuh korban dibuang pelaku ke semak-semak jurang di jalur Pacet–Cangar. Lokasi pembuangan yang sunyi itu dipilih agar potongan tubuh sulit ditemukan.

Namun, aksi keji itu terbongkar setelah Suliswanto, seorang pencari rumput, menemukan potongan kaki manusia dan ceceran daging di kawasan jurang pada Sabtu (6/9). Temuan itu segera dilaporkan ke aparat kepolisian.

Polisi yang tiba di lokasi langsung menurunkan anjing pelacak K9 milik Polda Jatim. Hasilnya mengejutkan, aparat menemukan 65 potongan tubuh korban di sekitar jurang. Dari hasil identifikasi forensik, potongan tubuh itu dipastikan milik Tiara.

Tidak berhenti di situ, polisi bergerak cepat. Tak sampai 24 jam setelah penemuan, aparat menggerebek kamar kos pelaku di Surabaya. Dari sana, polisi menemukan fakta lebih mencengangkan. Setidaknya 239 potongan tulang yang diduga bagian tubuh korban ditemukan dalam kondisi terpisah.

Baca Juga: Demo Hari Ini 8 September 2025 dengan Titik di Gedung DPR Hingga Kantor Komnas HAM

AM akhirnya ditangkap tanpa perlawanan pada Sabtu malam (6/9). Hingga kini, ia masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Mojokerto. Polisi belum mengungkap secara pasti motif pelaku melakukan aksi mutilasi sadis ini.

Sementara itu, keluarga korban di Lamongan syok berat. Mereka tidak menyangka Tiara yang dikenal supel dan ceria harus meregang nyawa dengan cara mengenaskan. Warga sekitar Pacet pun masih trauma setelah menjadi saksi penemuan potongan tubuh manusia di wilayah mereka.

Kasus ini sontak viral di media sosial. Banyak warganet mengecam tindakan pelaku yang dianggap biadab. Tak sedikit pula yang menuntut hukuman seberat-beratnya bagi AM.

“Sudah tega membunuh, masih dimutilasi pula. Hukuman mati pantas untuk pelaku,” tulis seorang netizen di kolom komentar.

Di sisi lain, polisi memastikan akan mendalami kasus ini hingga tuntas. “Kami akan ungkap motif sebenarnya di balik pembunuhan ini. Saat ini pelaku masih dalam proses penyidikan,” tegas AKP Fauzy Pratama.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kasus mutilasi #mojokerto #pembunuhan mojokerto