JP Radar Kediri - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali jadi sorotan publik. Belakangan muncul kabar yang menyebut dirinya mengundurkan diri dari Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
Isu tersebut cepat menyebar, apalagi setelah situasi politik dan keamanan di tanah air memanas beberapa pekan terakhir.
Meski begitu, Sri Mulyani masih terlihat hadir dalam rapat kabinet di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Kehadirannya seakan membantah isu pengunduran diri, meski di kalangan masyarakat rumor tersebut terus bergulir.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun akhirnya buka suara. Ia menegaskan, kabar mundurnya Sri Mulyani tidak benar. “Ibu (Sri Mulyani) ikut kita rapat,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.
Baca Juga: Sri Mulyani Angkat Bicara Usai Rumahnya Dijarah, Minta Publik Jaga Indonesia Tanpa Anarki
Airlangga menambahkan, Menkeu masih aktif mengikuti berbagai agenda penting bersama Presiden Prabowo, termasuk rapat membahas kondisi keamanan Indonesia. Artinya, hingga saat ini, Sri Mulyani masih menjalankan tugasnya di kabinet sebagaimana biasanya.
Isu pengunduran diri ini kian ramai setelah rumah pribadi Sri Mulyani di kawasan Bintaro dikabarkan dijarah massa. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sekelompok orang memasuki rumah tersebut dan membawa sejumlah barang.
Walau demikian, kebenaran video itu masih ditelusuri. Aparat keamanan pun memperketat penjagaan di sekitar kediaman mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.
Selain kasus penjarahan, Menkeu juga jadi perbincangan lantaran sebuah pernyataannya dianggap menyinggung kalangan guru. Namun, lewat unggahan di Instagram pribadinya, Sri Mulyani menegaskan hal itu tidak benar.
Baca Juga: Cair Mulai hari Ini 1 September! Sri Mulyani Tambah 3 Bonus Uang Ekstra Gaji Pensiunan PNS?
Ia menyebut tuduhan tersebut hoaks dan menegaskan dirinya sangat menghormati profesi guru.
Dengan adanya klarifikasi dari Airlangga, kabar mundurnya Sri Mulyani dari Kabinet Merah Putih bisa dipastikan tidak benar.
Ia tetap dipercaya Presiden Prabowo untuk mengawal kebijakan fiskal dan menjaga stabilitas keuangan negara di tengah situasi nasional yang penuh tantangan.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira