Dalam keterangan pers di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (16/7), Prabowo menyebut negosiasi berjalan cukup keras. Namun, kedua pihak akhirnya sepakat saling memahami kepentingan masing-masing negara.
“Saya berbicara langsung dengan Presiden Trump. Perundingannya cukup alot, tapi alhamdulillah akhirnya ada kesepakatan. Kita saling memahami posisi masing-masing,” ujarnya.
Baca Juga: Bikin Heboh! Trump Umumkan 'Kesepakatan Besar' Langsung dengan Presiden Prabowo! Apa itu?
Prabowo mengaku sempat terus berusaha menegosiasikan tarif agar lebih rendah lagi. Meski berhasil ditekan menjadi 19 persen, dirinya sempat berkelakar saat ditanya apakah puas dengan hasil tersebut.
“Kalau puas, ya maunya 0 persen,” ucapnya sambil tertawa.
Presiden menambahkan, negosiasi dengan AS masih akan terus berlanjut demi menciptakan keseimbangan dalam neraca perdagangan.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh keputusan telah melalui perhitungan matang dengan mengedepankan perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia.
Presiden juga menegaskan bahwa langkah diplomasi ekonomi ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Baca Juga: AS Naikkan Tarif Ekspor Indonesia Mulai 1 Agustus, Trump Ancam Tambahan Sanksi Jika Ada Pembalasan
Ia menyebut, negosiasi seperti ini penting agar produk-produk lokal bisa lebih kompetitif di luar negeri, terutama di pasar besar seperti Amerika Serikat.
“Kalau kita bisa menembus pasar dengan tarif yang lebih rendah, artinya peluang produk Indonesia untuk bersaing semakin terbuka lebar. Ini bukan sekadar soal ekspor, tapi juga soal menjaga keberlangsungan industri dan lapangan kerja di dalam negeri,” tegas Prabowo.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira