Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gejala Kerusakan Ginjal! Jangan Asal Percaya Mitos Ramuan Herbal, Kenali Ciri-cirinya

Shinta Nurma Ababil • Rabu, 24 Juni 2026 | 13:49 WIB
Ilustrasi Ginjal
Ilustrasi Ginjal

JP Radar Kediri – Penyakit gagal ginjal ibarat pembunuh senyap yang sering kali tidak disadari kemunculannya. Banyak masyarakat yang baru menyadari saat kondisinya sudah mencapai tahap kritis. 

Padahal, kondisi fatal ini kerap dipicu oleh kebiasaan yang diremehkan, mulai dari kurang minum air putih (dehidrasi) hingga membiarkan darah tinggi (hipertensi) tak terkontrol.

Di tengah tingginya ancaman penyakit ginjal, masyarakat juga dihantam oleh derasnya arus informasi di media sosial, termasuk mitos seputar pengobatan alternatif. 

Salah satunya adalah klaim viral yang menyebut campuran mentimun, seledri, kunyit, dan air kelapa bisa mencegah kerusakan ginjal. Benarkah demikian? Mari bedah fakta medisnya.

Baca Juga: Penyebab Kematian MAM Balita Asal Ngronggo Kota Kediri Karena Pendarahan di Ginjal, Terdakwa Punya Bakat Ini!

Dokter RSUI Beri Penjelasan Kerusakan Ginjal

Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Anindia Larasati, Sp.PD, FINASIM, menjelaskan bahwa gangguan fungsi penyaringan ginjal terbagi menjadi dua kategori utama, yakni akut dan kronis. Keduanya memiliki pemicu dan penanganan yang sangat berbeda.

Pada kasus gagal ginjal akut, kerusakan organ terjadi secara mendadak hanya dalam hitungan hari. Biang keladinya sering kali karena dehidrasi parah yang membuat ginjal kekurangan cairan, atau akibat infeksi.

"Kalau kita atasi faktor penyebabnya, kita harapkan fungsi ginjal dapat kembali seperti semula," tegas dr. Anindia di Jakarta, Senin lalu. Kabar baiknya, jika ditangani cepat, pasien memiliki harapan pulih tanpa harus bergantung pada prosedur cuci darah.

Sebaliknya, gagal ginjal kronis adalah "bom waktu" dari pola hidup tak sehat yang menumpuk selama bertahun-tahun. Penyakit penyerta seperti diabetes melitus dan hipertensi menjadi penyumbang terbesar kerusakan permanen ini.

"Hipertensi yang dibiarkan tak terkontrol lama-lama mengganggu fungsi ginjal, menyebabkan komplikasi, hingga akhirnya berujung pada penyakit ginjal kronis," jelasnya. Pasien dengan kondisi ini biasanya butuh terapi cuci darah (hemodialisis) rutin karena kerusakan ginjal telah berlangsung lebih dari tiga bulan.

Cek Fakta: Mitos Ramuan Herbal yang Bisa Berbahaya

Baru-baru ini, beredar video di Facebook yang mengklaim bahwa meminum air mentimun, seledri, kunyit, dan air kelapa mampu mendetoksifikasi tubuh dan menjaga kesehatan ginjal.

Berdasarkan penelusuran fakta medis, klaim tersebut keliru. Kendati bahan-bahan alami itu mengandung nutrisi yang baik bagi tubuh yang sehat, ramuan tersebut bukanlah obat medis untuk memperbaiki kerusakan ginjal.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Zubairi Djoerban, memperingatkan bahwa konsumsi bahan herbal ini justru bisa memicu dampak negatif bagi penderita gangguan fungsi ginjal.

Mentimun dan air kelapa memiliki kadar kalium yang sangat tinggi. Bagi ginjal yang sudah rusak, menyaring kalium berlebih adalah tugas yang sangat berat dan berisiko fatal. “Kadar kalium dalam tubuhnya perlu diperiksa. Oleh karena itu, pasien dengan gangguan fungsi ginjal wajib berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter,” kata Prof. Zubairi kepada Tempo, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga: Sering Disebut “Silent Killer”, Waspadai Sinyal Tubuh dan Faktor Risiko Kanker Ginjal

Gejala Penurunan Fungsi Ginjal

Dokter spesialis urologi dari RS Mitra Keluarga Bekasi, dr. Andika Afriansyah, memaparkan sejumlah gejala khas saat fungsi ginjal menurun drastis:

Kelelahan ekstrem saat melakukan aktivitas biasa.

Meningkatnya frekuensi buang air kecil di malam hari.

Pembengkakan di area kaki atau sekitar mata.

Mual, penurunan nafsu makan, serta kulit terasa gatal dan kering.

Lonjakan tekanan darah (hipertensi).

Lalu, bagaimana dengan urine yang berbusa? "Kencing berbusa bisa menandakan ada protein yang bocor ke urin, tapi tidak selalu berarti ginjal rusak. Sedangkan urin keruh lebih sering terkait infeksi atau endapan, jadi tidak spesifik ke penyakit ginjal,” terang dr. Andika.

7 Langkah Jitu Mencegah Kerusakan Ginjal

Daripada mempercayai mitos yang belum teruji, langkah terbaik adalah melakukan pencegahan. Merujuk pada panduan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut adalah 7 langkah nyata yang direkomendasikan untuk menekan risiko penyakit ginjal:

Rutin Cek Kesehatan: Pantau fungsi ginjal secara berkala, terutama jika Anda memiliki riwayat genetik.

Kontrol Tekanan Darah: Jaga tensi agar selalu dalam batas normal.

Kelola Kadar Gula Darah: Sangat krusial bagi penderita diabetes.

Konsumsi Makanan Sehat: Jaga berat badan ideal dan kurangi asupan garam berlebih.

Aktif Berolahraga: Rutin bergerak membantu melancarkan sirkulasi darah.

Tidak Merokok: Rokok dapat merusak pembuluh darah, termasuk yang mengarah ke ginjal.

Bijak Minum Obat: Hindari konsumsi obat pereda nyeri dalam waktu lama tanpa resep dokter.

Sebagai langkah awal yang paling sederhana, dr. Andika mengingatkan masyarakat untuk selalu mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup setiap hari hingga urine berwarna jernih. Jangan biarkan ginjal Anda bekerja terlalu keras akibat dehidrasi.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#gejala kerusakan ginjal #ramuan herbal #mitor gagal ginjal #kerusakan ginjal #gagal ginjal