Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Waspada! Begini Ciri Maag yang Diam-Diam Sudah Berubah Jadi GERD

Internship Radar Kediri • Jumat, 2 Mei 2025 | 06:38 WIB
Ilustrasi Sakit Maag
Ilustrasi Sakit Maag

JP Radar Kediri - Maag dan GERD seringkali dianggap serupa karena keduanya melibatkan gangguan pada lambung. Namun, ketika maag tidak ditangani dengan baik dan gejalanya mulai menyebar ke bagian tubuh lain, itu bisa menjadi pertanda bahwa kondisi telah berkembang menjadi GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). 

GERD adalah kondisi kronis yang disebabkan oleh melemahnya katup sfingter esofagus bagian bawah (Lower Esophageal Sphincter/LES), sehingga asam lambung dapat naik ke kerongkongan. Gejala yang timbul jauh lebih kompleks dibanding maag biasa.

Berikut adalah ciri-ciri spesifik dan penjelasan mendalam yang patut diwaspadai:

Baca Juga: Musim Kemarau Datang, Apa Saja yang Harus Dilakukan Agar Badan Tetap Fit?

1. Sering Mengalami Anxiety 

Naiknya asam lambung memicu aktivitas sistem saraf simpatik, yang membuat tubuh dalam kondisi "siaga" atau stres. Reaksi fisiologis ini memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin secara berlebihan, sehingga menimbulkan kecemasan yang tidak rasional.

Ketidaknyamanan fisik karena nyeri dada atau sesak juga dapat memicu serangan panik, yang memperburuk anxiety. Sebaliknya, kecemasan juga dapat memperparah GERD karena meningkatkan produksi asam lambung.

2. Dada Terasa Sakit

Rasa nyeri ini biasanya terasa seperti tekanan atau sensasi terbakar di belakang tulang dada (heartburn). Ini terjadi karena asam lambung yang naik mengiritasi lapisan dalam esofagus. 

Baca Juga: Ini Dia Manfaat Wortel Selain Untuk Mata, Nomor 3 Jarang Diketahui

Berbeda dari nyeri dada akibat jantung, nyeri GERD sering kali dipicu setelah makan, saat berbaring, atau ketika membungkuk. Dalam kasus tertentu, pasien sampai harus menjalani pemeriksaan jantung terlebih dahulu karena gejala yang sangat mirip.

3. Suara Serak

Paparan asam lambung yang terus-menerus bisa menyebabkan laringitis refluks (laryngopharyngeal reflux). Pita suara menjadi iritasi, menebal, atau bahkan mengalami peradangan kronis. 

Pasien biasanya mengalami suara serak di pagi hari, rasa ada lendir berlebihan di tenggorokan, atau kesulitan berbicara lama. Kondisi ini bisa sangat mengganggu terutama bagi mereka yang profesinya banyak menggunakan suara (seperti guru atau penyanyi).

Baca Juga: Jangan Remehkan Begadang, Ini Dampak Seriusnya untuk Kinerja Otak

4. Muncul Diare

Diare tidak selalu dikaitkan langsung dengan GERD, namun beberapa pasien mengalami reaksi pencernaan lanjutan akibat ketidakseimbangan sistem gastrointestinal. 

GERD kronis dapat memicu irritable bowel syndrome (IBS), kondisi di mana usus besar menjadi sangat sensitif. 

Selain itu, gangguan pada flora usus akibat penggunaan jangka panjang obat antasida atau proton pump inhibitor (PPI) juga dapat memicu diare.

5. Perih Saat Menelan (Odinofagia)

Sensasi perih atau terbakar ketika menelan makanan atau minuman merupakan tanda iritasi atau luka pada dinding esofagus (esofagitis). 

Baca Juga: Benarkah Terlalu Sering Minum Soft Drink Bisa Menyulap Hati Jadi Penuh Lemak?

Asam lambung yang naik secara terus-menerus dapat menyebabkan peradangan bahkan ulserasi pada lapisan esofagus, yang membuat proses menelan menjadi menyakitkan. Bila tidak ditangani, ini bisa berujung pada striktur esofagus (penyempitan saluran makanan).

6. Jantung Sering Berdebar (Palpitasi)

Meski GERD tidak secara langsung menyerang jantung, refluks asam dapat merangsang saraf vagus, yang terhubung ke jantung. Stimulasi ini bisa menyebabkan sensasi palpitasi atau detak jantung tidak teratur. 

Selain itu, kecemasan yang menyertai GERD juga dapat memicu palpitasi. Hal ini sering membuat pasien salah mengira bahwa sedang mengalami serangan jantung.

Baca Juga: Angkat Beban Bikin Badan Gemetar Hebat! Waspadai Sinyal Bahaya Ini !

7. Sesak Napas

Asam lambung yang naik dapat masuk ke saluran pernapasan atas, menyebabkan iritasi atau bahkan spasme saluran napas. 

Dalam kasus yang lebih parah, terjadi mikroaspirasi di mana asam masuk ke paru-paru secara tidak disadari saat tidur. Ini dapat menyebabkan batuk kronis, asma yang memburuk, atau sesak napas berkepanjangan terutama setelah makan atau berbaring.

8. Sendawa Terus-Menerus

Sendawa merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengeluarkan gas dari lambung. Namun, jika terjadi terlalu sering, ini bisa menjadi tanda adanya ketidakseimbangan tekanan di dalam perut. 

Baca Juga: Pilates Jadi Tren Kesehatan 2025, Rahasia Tubuh Bugar dan Pikiran Rileks

Pada GERD, tekanan berlebih mendorong isi lambung naik ke esofagus, sehingga tubuh merespons dengan sendawa untuk meringankan rasa tidak nyaman. Jika terus terjadi, sendawa ini bisa sangat mengganggu dan menandakan fungsi LES yang sudah melemah.

Jika gejala-gejala di atas mulai sering terjadi bersamaan, jangan anggap remeh. GERD bukan hanya versi berat dari maag, tapi sebuah kondisi kronis yang bisa memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan, termasuk sistem pernapasan, jantung, dan mental. (***)


Penulis : Asyfa Maulidina

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#maag dan gerd #Perut Sakit Melilit #Berita Kesehatan Hari Ini #Bahaya Maag