JP Radar Kediri–Pembangunan hotel haji untuk melengkapi sarana dan prasarana Embarkasi Dhoho sudah di depan mata. Kemarin, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menyerahkan sertifikat tanah seluas 5,9 hektare kepada Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf. Dengan pelimpahan aset tanah senilai Rp 63,28 miliar tersebut, lampu hijau untuk realisasi proyek kian terang.
Menhaj Mochamad Irfan Yusuf yang menerima sertifikat di Bandara Dhoho kemarin mengatakan, tanah seluas hampir enam hektare itu akan digunakan untuk dua kebutuhan. Yakni, kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri serta hotel haji.
“Kami berupaya membuka embarkasi di Kediri untuk memberikan pelayanan kepada jemaah. Selain pelayanan secara fisik karena bandaranya lebih bagus dan lebih besar, tentu yang kedua bisa menekan biaya,” kata Irfan tentang urgensi operasional Embarkasi Dhoho.
Baca Juga: RSUD SLG dan Puskesmas Grogol Jadi Rujukan CJH Embarkasi Dhoho Kediri, Begini Penjelasannya
Target operasional Embarkasi Dhoho tahun depan, lanjut Irfan, akan terus dikebut. Meski diakuinya masih ada sejumlah persiapan yang harus diselesaikan.
“Kami berusaha keras agar tahun depan Bandara Dhoho bisa dibuka sebagai,” lanjutnya.
Walaupun sudah menerima sertifikat tanah kemarin, Irfan menyebut Kemenhaj belum bisa langsung membangun hotel haji. Melainkan, mereka harus menyiapkan skema pendanaan lebih dulu.
Dengan kondisi efisiensi anggaran pemerintah, menurut Irfan pembiayaan pemerintah harus dikaji kembali. Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah kerja sama dengan pihak ketiga.
Baca Juga: Dua Hotel Jadi ‘Wisma’ Embarkasi Haji Kediri, Begini Penjelasannya
Terkait detailnya, baik target pembangungan dan anggarannya akan dibahas setelah proses penyerahan aset. Kemenhaj akan berkoordinasi dengan Pemkab Kediri dan pihak swasta terkait hal tersebut.
Terpisah, Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa mengatakan, penyerahan sertifikat tanah di Desa Kalipang, Grogol kemarin jadi wujud dukungan untuk Embarkasi Dhoho. “Pembangunan ini bukan semata-mata pembangunan sebuah fasilitas akomodasi, tetapi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji dari Kediri dan wilayah sekitarnya,” ujarnya.
Keberadaan Bandara Dhoho, lanjut Dewi, membuka peluang bagi Kabupaten Kediri untuk jadi salah satu pusat konektivitas dan pelayanan masyarakat. Sebab, pemerintah tengah mengupayakan agar pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji dapat dilakukan melalui bandara tersebut.
Dewi berharap, hotel haji itu nantinya tidak hanya memberi manfaat bagi jemaah. Melainkan juga bisa memperkuat ekosistem pelayanan haji. Sekaligus menggerakkan perekonomian daerah, membuka lapangan pekerjaan, dan mendorong pertumbuhan usaha masyarakat sekitar.
Dewi juga mengajak masyarakat Desa Kalipang dan Kecamatan Grogol mendukung rencana tersebut. Suasana kondusif diperlukan agar setiap tahapan pembangunan dapat berjalan lancar.
Untuk diketahui, selama berada di Kediri kemarin, Irfan juga menyempatkan menemui sekitar seribu calon jemaah haji (CJH) 2027 yang mengikuti pembinaan di Bandara Dhoho. Selebihnya, dia juga mengecek kondisi lahan calon hotel haji, dan mengunjungi Fave Hotel yang jadi tempat transit jemaah tahun depan.
Di sana, Irfan mengecek fasilitas hotel hingga kondisi kamarnya. Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri Sukadi mengatakan, selain Fave Hotel, Hotel Grand Surya juga disiapkan untuk mendukung akomodasi jemaah dan petugas. “Dalam proses haji 2027 nanti, mungkin dua hotel ini dipakai, baik Fave maupun Grand Surya,” terangnya.
Pengecekan oleh Menhaj kemarin dilakukan untuk menghitung kapasitas kamar dan fasilitas pendukung. Kenyamanan jemaah, lanjut Sukadi, jadi salah satu perhatian utama. Termasuk ketersediaan tempat ibadah yang diperkirakan membutuhkan ruangan berkapasitas sekitar 100–150 orang.
Sementara itu, khusus untuk akses jalan ke hotel haji di Desa Kalipang, Grogol, menurut Sukadi juga akan diperlebar hingga 15 meter. “Site plan pelebaran jalan sudah disiapkan oleh dinas PUPR,” beber Sukadi.
Baca Juga: Hotel Embarkasi Haji Bakal Digerojok Insentif, Apa saja?
Selebihnya, akses dari hotel ke Bandara Dhoho juga akan dikaji lebih lanjut. Jika diperlukan, Pemkab Kediri akan melakukan pengadaan tanah secara bertahap untuk mendukung pelebaran jalan di sana.
Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri