RSUD SLG dan Puskesmas Grogol Jadi Rujukan CJH Embarkasi Dhoho Kediri, Begini Penjelasannya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:30 WIB
RSUD SLG diproyeksikan jadi faskes yang melayani penerbangan haji di Bandara Dhoho Kediri. (FOTO Wahyu Adji)
RSUD SLG diproyeksikan jadi faskes yang melayani penerbangan haji di Bandara Dhoho Kediri. (FOTO Wahyu Adji)

 

JP Radar Kediri–Berbagai persiapan untuk operasional embarkasi haji 2027 terus dikebut. Setelah survei ke sejumlah rumah sakit di Kediri Raya, RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) dan Puskesmas Grogol ditetapkan sebagai fasilitas kesehatan rujukan embarkasi haji.

Mereka akan melayani kebutuhan medis jemaah saat keberangkatan dan kepulangan. Untuk keberangkatan jemaah atau embarkasi, fasilitas kesehatan yang disiapkan adalah RSUD SLG.

Jika ada jemaah yang butuh penanganan medis sebelum diberangkatkan menuju Bandara Dhoho. 

“Di sana fasilitas bagus. Selain itu juga dekat dengan hotel,” kata Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri Bidang Pemerintahan dan Kesra Sukadi.

Seperti diberitakan, akomodasi jemaah akan menggunakan Fave Hotel untuk transit jemaah. Adapun Hotel Grand Surya akan jadi penginapan petugas.

Dengan lokasi RSUD SLG yang dekat dengan Fave Hotel, keduanya dinilai representatif untuk sarana layanan jemaah haji.

Adapun untuk layanan kepulangan atau debarkasi, tenaga medis akan disiapkan di Bandara Dhoho. Petugas akan mengantisipasi jika terdapat jemaah yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan kesehatan setelah tiba dari Tanah Suci.

Selain tenaga medis di bandara, fasilitas kesehatan di wilayah sekitar lokasi pelayanan juga disiapkan. Salah satunya Puskesmas Grogol yang memiliki fasilitas rawat inap. 

Baca Juga: Dua Hotel Jadi ‘Wisma’ Embarkasi Haji Kediri, Begini Penjelasannya

“Kalau untuk kepulangan di Grogol itu ada puskesmas rawat inap juga. Nanti kita siapkan di sana. Kalau nanti perlu dirujuk ke rumah sakit, kita bawa ke SLG, kan juga dekat,” terang Sukadi.

Dengan skema tersebut, jemaah yang membutuhkan penanganan dapat terlebih dahulu mendapatkan pelayanan di Puskesmas Grogol.

Jika kondisinya membutuhkan fasilitas yang lebih lengkap, pasien akan dirujuk ke rumah sakit, termasuk RS SLG.

Puskesmas Grogol, menurut Sukadi dipilih karena memiliki fasilitas rawat inap. Lokasinya juga relatif dekat dengan jalur pelayanan debarkasi.

Keberadaan faskes tersebut diharapkan bisa mempercepat penanganan jika ada kasus kesehatan yang butuh observasi lebih lanjut.

Selain itu, kesiapan kendaraan untuk mendukung mobilisasi pasien juga menjadi bagian dari skema pelayanan kesehatan.

Sehingga, penanganan tidak hanya bergantung pada fasilitas di bandara. Melainkan terhubung dengan jejaring layanan kesehatan di sekitar wilayah Kediri.

“Di Fave Hotel standby ambulans. Di bandara juga," jelasnya.

Terpisah, Direktur RSUD SLG dr Tony Widyanto, Sp.OG (K) mengatakan, pihaknya siap melayani kesehatan di Embarkasi Haji Dhoho 2027 nanti. Sebab, secara fasilitas kesehatan, RSUD SLG juga lengkap.

“Kalau dari awal berdirinya Bandara Dhoho kita memang dijadikan RS rujukan. Namun tentang haji belum ada info, tapi jika ditunjuk, kami siap,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Grogol dr Arni Sufilianti.

Saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari dinas kesehatan terkait pelayanan haji. “Masih menunggu arahan dari dinkes, belum ada keputusan. Namun secara fasilitas insyaallah lengkap,” tandasnya.

 

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
Puskesmas Grogol faskes bandara dhoho kediri rsud slg embarkasi haji