JP Radar Kediri – Rencana pembangunan flyover Mengkreng terus dikebut.
Salah satunya dengan melibatkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Keterlibatan DJKA dinilai penting karena salah satu penyebab utama kemacetan di kawasan Mengkreng berasal dari perlintasan kereta api sebidang.
Bahkan, tidak hanya satu titik. Melainkan terdapat dua perlintasan kereta api yang berada dalam kawasan tersebut.
Keberadaan dua perlintasan sebidang itu selama ini kerap memicu antrean panjang kendaraan.
Saat kereta melintas, arus lalu lintas dari arah Kediri, Nganjuk, maupun Jombang harus berhenti secara bersamaan.
Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya volume kendaraan yang melintas di jalur nasional tersebut setiap harinya.
Baca Juga: Skema Pembiayaan Flyover Mengkreng Kediri Pakai Pinjaman Luar Negeri? Begini Penjelasannya
Karena itu, dalam pembahasan rencana pembangunan flyover, Kementerian PUPR turut menggandeng DJKA.
Sebab, konstruksi jalan layang yang direncanakan dibangun nantinya akan melintasi jalur kereta api.
Sehingga memerlukan sinkronisasi dengan pengelola perkeretaapian.
Koordinasi antara DJKA dan Kementerian PUPR terkait proyek tersebut sudah beberapa kali dilakukan.
Meski demikian, pembahasan yang dilakukan masih sebatas koordinasi awal dan belum menyentuh aspek teknis pembangunan.
Menurutnya, pembahasan teknis baru akan dilakukan setelah desain dan kebutuhan konstruksi semakin mengerucut.
Sebab, pembangunan flyover yang melintasi jalur kereta api memerlukan sejumlah kajian dan penyesuaian agar tidak mengganggu operasional perjalanan kereta.
“Koordinasi sudah beberapa kali dilakukan. Namun untuk pembahasan teknis secara detail memang belum. Itu akan dibahas lebih lanjut dalam waktu dekat,” ujar Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Denny Michels Adlan.
Meski demikian, DJKA menyatakan mendukung penuh rencana pembangunan flyover Mengkreng.
Sebab, keberadaan dua perlintasan kereta api sebidang di kawasan tersebut memang menjadi salah satu faktor utama penyebab kemacetan yang selama ini terjadi.
Denny mengakui, meningkatnya frekuensi perjalanan kereta api membuat durasi penutupan palang perlintasan juga semakin sering terjadi.
Di sisi lain, volume kendaraan yang melintas di jalur nasional tersebut terus bertambah dari tahun ke tahun.
Kondisi itu menyebabkan kepadatan lalu lintas sulit dihindari, terutama pada jam-jam sibuk.
Karena itu, pembangunan flyover dinilai menjadi salah satu solusi untuk memisahkan pergerakan kendaraan dengan perjalanan kereta api.
Dengan adanya jalan layang, kendaraan tidak lagi bergantung pada buka-tutup perlintasan sehingga arus lalu lintas diharapkan lebih lancar.
Saat ini, proyek flyover Mengkreng masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah juga terus membahas skema pembiayaan, termasuk kebutuhan pembebasan lahan.
Jika seluruh tahapan dapat berjalan sesuai rencana, proyek tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang mengatasi kemacetan kronis di kawasan perbatasan Kediri, Nganjuk, dan Jombang. (sad/tar)
Editor : Mahfud