KEDIRI, JP Radar Kediri-Mendekati Hari Raya Idul Adha, stok hewan kurban di Kota Kediri surplus. Pasokan yang jauh lebih tinggi dari permintaan itu disinyalir membuat harga kambing kurban yang anjlok atau turun.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Kediri Retno Harini mengatakan, stok hewan kurban mencapai 5.668 ekor. Terdiri dari 779 ekor sapi, 8 ekor kerbau, 3.323 ekor kambing, serta 1.558 ekor domba. Jumlah itu belum termasuk stok dari penjual dadakan yang banyak datang dari luar kota, khususnya Trenggalek.
“Ini ketersediaan untuk hewan yang sudah mencukupi umur untuk dikurbankan milik peternak kita,” ungkap Retno.
Proyeksi permintaan hewan kurban tahun ini, menurut Retno hanya sekitar 60 persen. Dengan tren permintaan yang stabil, dipastikan stok masih surplus 40 persen.
Baca Juga: DKPP Kota Kediri Sidak Pasar Hewan Muning Jelang Idul Adha, Ini Hasil Temuannya!
“Penyerapannya rata-rata masih stabil. Tapi untuk harga yang masih stabil baik itu di sapi,” lanjut Retno sembari menyebut untuk harga kambing justru turun.
Penurunan harga kambing itu menurutnya juga banyak dikeluhkan peternak. Sebab, penurunan harganya sempat mencapai 40 persen. Daya beli masyarakat yang turun terhadap kambing dianggap jadi salah satu penyebabnya.
“Harga ini kan yang menentukan pasar. Karena permintaan sedikit tapi barangnya melimpah, akhirnya harga turun,” beber Retno.
Sementara itu, jelang Idul Adha, Presiden Prabowo Subianto menyerahkan bantuan sapi kurban ke Kota dan Kabupaten Kediri. Kemarin (26/5), Wali Kota Vinanda Prameswati menyerahkan sapi bantuan Presiden ke Masjid Darunnajach Kelurahan Bandarkidul, Mojoroto.
Adalah sapi jenis Simental seberat 880 kilogram yang kemarin diserahkan oleh Vinanda. Sapi tersebut dibeli dari peternak di Kelurahan Rejomulyo, Kota Kediri.
“Sapi ini benar-benar kami rawat dengan maksimal. Dari pakannya sudah terjamin, vaksin dan vitamin rutin. Jadi memang kalau buat daging, ini bagus,” kata Imam Basori, pemilik sapi seharga Rp 84 juta yang dibeli Presiden Prabowo tersebut.
Selain menyerahkan sapi bantuan Presiden Prabowo, Vinanda menyebut, tahun ini Pemkot Kediri juga swadaya berkurban di sejumlah masjid. Seperti di Masjid Agung, Vinanda mengurbankan seekor sapi jenis Peranakan Ongole (PO) dengan berat sekitar 600 kilogram.
“Total sapi yang kami kurbankan tahun ini ada 10 ekor. Kemudian kambing ada 15, plus 27 dari OPD (organisasi perangkat daerah, Red). Jadi kalau dari pemerintah kota itu kambingnya ada 15 ekor, lalu yang 27 lainnya ini swadaya dari OPD yang ikut menyumbangkan,” terang Vinanda.
Vinanda berharap penyaluran hewan kurban itu bisa menambah kebahagiaan masyarakat di momen Hari Raya Idul Adha. Selain itu, juga jadi simbol memperkuat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Lapak Hewan Kurban Musiman Mulai Menjamur
“Nantinya daging-daging sapi maupun kambing akan didistribusikan kepada masyarakat. Harapan kami nantinya bisa memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi masyarakat,” tandasnya.
Tak hanya di Kota Kediri, Presiden Prabowo juga menyerahkan sapi jenis Limousine Cross ke Kabupaten Kediri. Sapi dibeli dari Kamalus Asfiyak, peternak asal Desa Pule, Kandat.
Sapi seberat satu ton 50 kilogram itu dibeli seharga Rp 108 juta. Sapi yang diberi nama Bima itu sudah dipelihara di kandang milik Kamalul selama sekitar dua tahun.
“Kalau sapi untuk bantuan Presiden ini jenisnya Limousine Cross. Di kandang ini sendiri sudah dua tahun,” ujar Kamalul.
Perawatan sapi tersebut diakui Kamalul dilakukan secara khusus. Kondisi kesehatan dan pola makannya selalu dipantau setiap hari. Sanitasi kandang juga dijaga agar sapi tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Perawatan itulah yang membuat Bima tumbuh dengan ukuran jumbo.
“Kalau makannya lahap dan habis banyak, insyaallah pertumbuhan bisa di atas satu kilo per hari,” ungkapnya.
Bagaimana sapinya bisa terpilih oleh Presiden? menurut Kamalul dia harus mengikuti seleksi berjenjang hingga tingkat provinsi. Selanjutnya, tim Sekretariat Presiden melakukan survei ke kandang pekan lalu. Setelah dicek kondisi fisik dan bobotnya, sapi langsung dibeli.
Sapi bantuan Presiden itu akan disalurkan ke Masjid Jami At-Taqwa di Desa Mojo, Kecamatan Mojo. Distribusi dilakukan sebelum salat Ied agar sapi tidak mengalami stres akibat cuaca dan perpindahan lokasi. (ais/sad/ut)
Editor : Ayu Ismawati