Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jembatan Kaliombo I Diperbaiki, Jalan Urip Sumoharjo Kota Kediri akan Ditutup Total. Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas yang Disiapkan Dishub Kota Kediri

Ayu Ismawati • Rabu, 27 Mei 2026 | 10:22 WIB
Masyarakat melintas di Jembatan Kaliombo I yang berada di Jl Urip Sumoharjo. Rencananya, jembatan itu akan diperbaiki mulai akhir Mei 2026 ini yang mengharuskan sebagian ruas jalan tersebut ditutup total. (Foto: Ayu Isma)
Masyarakat melintas di Jembatan Kaliombo I yang berada di Jl Urip Sumoharjo. Rencananya, jembatan itu akan diperbaiki mulai akhir Mei 2026 ini yang mengharuskan sebagian ruas jalan tersebut ditutup total. (Foto: Ayu Isma)

KEDIRI, JP Radar Kediri- Jalan Urip Sumoharjo akan ditutup total selama tujuh bulan. Namun hanya sebagian ruas saja. Penutupan ruas jalan di selatan Simpang Empat Alun-Alun Kota Kediri yang terkenal padat itu menyusul rencana perbaikan Jembatan Kaliombo I.

Dinas Perhubungan Kota Kediri pun akan menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Arief Cholisudin mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Jatim sebagai pelaksana proyek. Berdasar koordinasi itu, perbaikan akan menyasar bagian dasar jembatan yang keropos.

“Infonya nanti akan dibongkar bagian bawahnya, di dalamnya. Jadi kalau di bagian atasnya tidak diubah,” kata pria yang akrab disapa Cholis itu.

Baca Juga: Jelang Lebaran Jalan Alternatif di Kediri Juga Rawan Macet, Dishub Imbau Pelaku Usaha Kafe dan Resto Siagakan Petugas Parkir

Karena pekerjaan itu, jembatan harus ditutup total. Cholis menyebut, pengajuan penutupan jembatan itu diberlakukan mulai 29 Mei. Penutupan akan dilakukan selama kurang lebih tujuh bulan hingga 11 Desember.

“Mulai Jumat itu (29 Mei) mereka minta tutup total,” ucapnya.

Bagaimana dengan arus lalu lintasnya? Cholis menyebut, penutupan dari sisi utara mulai dilakukan di simpang empat Alun-Alun Kota Kediri. Sedangkan dari arah selatan setelah melintasi Simpang Tiga Jetis, kendaraan masih bisa melintas dengan mengakses jalan-jalan alternatif yang mengarah ke timur. Pun masih bisa mengakses SPBU Alun-alun, meski harus tetap berputar balik.

“Di situ kerap macet karena memang arusnya padat. Kalaupun masih tetap ingin melintas di sana (Jl Urip Sumoharjo), bisa pakai jalan lingkungan yang di Kaliombo dan Corekan,” ungkap Cholis.

Namun begitu, masyarakat tetap diimbau mengakses jalur lain karena jalur lingkungan yang cenderung sempit. Untuk meminimalisasi kemacetan dan mengurangi ketidaknyamanan pengguna jalan, kendaraan pribadi seperti mobil tetap diimbau berbelok ke timur di simpang tiga Jetis.

Baca Juga: Dishub Kota Kediri Akan Tambah Zona Khusus Parkir, Ini Lokasinya!

Adapun imbas penutupan jalan itu, kendaraan besar dan angkutan umum akan dikenai rekayasa lalu lintas. Khususnya kendaraan besar dan bus dari arah Surabaya menuju Tulungagung yang akan diarahkan melintas di simpul luar Kota Kediri.

“Nanti bus dari Surabaya jalurnya melewati Jl Mayor Bismo, tembus Jl Diponegoro, Jl A. Yani, dan seterusnya. Rutenya nanti ke timur sama seperti waktu pembangunan Jembatan Bandarngalim,” terang Cholis.

Otomatis, bus dari arah Surabaya untuk sementara tidak masuk Terminal Tamanan. Hanya bus kedatangan dari Tulungagung menuju Surabaya yang tetap transit di Terminan Tamanan.

Informasi yang dihimpun koran ini, proyek yang kontraknya dimulai pada 16 April 2026 itu mencakup penggantian Jembatan Gondang I dan Kaliombo I.

Pekerjaan infrastruktur oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum itu dianggarkan Rp 15,9 miliar. Dengan target pelaksanaan selama 240 hari. (ais/tar)

Editor : Mahfud
#jembatan kaliombo #urip sumoharjo #dinas perhubungan kota kediri #rekayasa lalu lintas #bina marga