KEDIRI, JP Radar Kediri- Lebih dari 36 ribu keluarga akan segera disurvei oleh Dinas Sosial Kota Kediri. Mereka adalah warga miskin penghuni desil 1 – 4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang berpeluang menjadi penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun ini.
Verifikasi di lapangan itu bertujuan untuk menyeleksi penerima manfaat agar lebih tepat sasaran.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan, validasi data penerima manfaat bansos dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) itu pertama kali dilakukan.
Bansos itu ditujukan bagi fakir miskin yang masuk golongan desil 1 – 4. Khususnya yang belum pernah mendapat bansos.
“Ini kami lakukan verifikasi ke semuanya dari desil 1 – 4. Harapannya nanti data ini bisa menjadi database kami dari desil 1 – 4. Karena selama ini data yang kami dapatkan dari Kemensos itu hanya berupa BNBA (by name by address),” ungkap Imam.
Baca Juga: Progres Bangunan Sekolah Rakyat Kota Kediri Baru 40 Persen, Dinsos Mulai Mendata Calon Siswa
Sehingga, data yang diterima kurang akurat menggambarkan kondisi rill di lapangan. Untuk itu, survei secara mandiri bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri akan dilakukan dengan cara turun langsung ke masyarakat.
Rencananya, 36.710 data kepala keluarga (KK) akan disurvei. Mereka merupakan penghuni desil 1 – 4 DTSEN terbaru per April lalu.
“Harapannya juga data ini nanti bisa menjadi data balikan atau masukan untuk Kemensos. Bahwa, misalnya, ini dilihat dari kondisi rumah dan kemampuannya sudah bisa dianggap naik desil,” tandas mantan Kepala DLHKP Kota Kediri itu.
Baca Juga: Update Terbaru! Dinsos Kota Kediri Mulai Pemutakhiran Data DTSEN, Cek Validitasnya Sekarang
Adapun penyaluran BLT DBHCHT itu di antaranya akan menyasar 5.700 fakir miskin. Masing-masing akan mendapatkan bansos senilai Rp 1 juta. Itu belum termasuk penerima manfaat dari kelompok anak yatim, lansia, dan buruh pabrik rokok. (ais/tar)
Editor : Andhika Attar Anindita