Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ratusan Lampion Percantik Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, Dipasang di dalam Kelenteng hingga Kawasan Pecinan Jelang Imlek

Ayu Ismawati • Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:09 WIB

 

Panitia persiapan Imlek memasang lampion di teras Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, Kota Kediri (13/2). Ada lebih dari 200 lampion yang dipasang untuk memeriahkan Tahun Baru Imlek.
Panitia persiapan Imlek memasang lampion di teras Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, Kota Kediri (13/2). Ada lebih dari 200 lampion yang dipasang untuk memeriahkan Tahun Baru Imlek.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Jelang perayaan Imlek pada Selasa (17/2) nanti, Kelenteng Tjoe Hwie Kiong mulai bersolek. Lingkungan tempat ibadah tri dharma di Jl Yos Sudarso itu dipasangi ratusan lampion merah.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, hingga kemarin siang (13/2), pemasangan lampion masih terus dilakukan.

Lampu-lampu berwarna merah terang itu dipasang di area dalam kelenteng, hingga di sebagian Jl Yos Sudarso.

Tak hanya keberadaan ratusan lampion, Kelenteng Tjoe Hwie Kiong juga dihiasi nuansa Kuda Api. Baik di teras kelenteng maupun di altar tempat sembahyang umat.

Tepatnya di sejumlah papan nama tempat menyampaikan doa dan harapan yang digantung di lampion.

Ketua Yayasan Tri Dharma Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Prayitno Sutikno mengatakan, ada lebih dari 200 lampion yang akan dipasang untuk memeriahkan tahun baru Imlek, Selasa (17/2) nanti.

“Lampion itu kami mulai pasang di dalam altar area tempat ibadah dan juga di luar seperti di teras dan halaman,” ungkap Prayitno.

Berbeda dari tahun sebelumnya, pemasangan lampion juga meluas hingga ke luar kelenteng. Pria yang akrab disapa Prayit itu menegaskan, dari kerja sama dengan Kelurahan Pakelan, diputuskan pemasangan lampion di sebagian kawasan pecinan.

“Jadi masyarakat juga bisa melihat lampion-lampion yang dipasang melintang di jalan maupun di pinggir jalan. Memang tahun ini masih sebagian. Harapannya nanti dari pemerintah kota juga mendukung, masyarakat juga mendukung. Mungkin tahun depan lampionnya bisa tambah banyak,” beber Prayit, ditemui di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, kemarin.

Terkait ornamen Kuda Api yang juga menghiasi kelenteng, menurut Prayit hal itu tak lepas dari tahun 2577 Kongzili yang merupakan tahun Kuda Api.

“Tahun Kuda Api dimaknai sebagai tahun yang menuntut manusia bekerja lebih keras, namun tetap berhati-hati,” ungkap Prayit.

Selebihnya, umat juga memaknai bahwa di tahun Kuda Api ini mereka tidak boleh terlalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Meski, mereka tetap dituntut untuk cepat.

“Kuda itu kan larinya cepat, kalau api hawanya panas, mudah membakar,” lanjutnya.

Di kelenteng yang sudah berusia lebih dari 200 tahun itu, puncak pergantian tahun akan dimulai pada Senin (16/2) mendatang.

Sebagaimana perayaan tahun-tahun sebelumnya, malam Imlek akan diawali dengan ibadah penutupan tahun mulai pukul 19.00.

Kemudian dilanjutkan dengan ibadah pembukaan awal tahun pukul 00.00.

“Nanti di sela-sela itu kami sambil menunggu, anak-anak barongsai akan kembali dari tampil di beberapa tempat, dan nanti mereka juga akan penutupan show-nya di kelenteng,” ungkapnya, terkait tahapan pergantian tahun baru Imlek yang sering menarik perhatian masyarakat umum itu. 

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

         

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#tahun baru imlek #Kelenteng Tjoe Hwie Kiong #kuda api #kelenteng #imlek