JP Radar Kediri – Ajang balap dunia Moto3 2026 kembali menyuguhkan drama di atas lintasan. Pada Grand Prix (GP) Ceko yang berlangsung di Sirkuit Brno, Minggu (21/6/2026), pembalap kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses mencuri perhatian lewat aksi epic comeback.
Tambahan poin krusial di seri kesembilan ini tak hanya mengamankan posisinya di papan atas klasemen umum, tetapi juga membuat persaingan perebutan gelar Rookie of the Year semakin mendidih.
Baca Juga: Yamaha Ajak Konsumen Nonton Langsung MotoGP, Momen Tak Terlupakan di Mandalika!
Memulai balapan dari posisi yang kurang menguntungkan, yakni grid ke-20, Veda Ega (Honda Team Asia) menunjukkan mentalitas juaranya. Pembalap kelahiran Gunung Kidul tersebut tampil agresif dan terukur, menyalip 15 rider di depannya untuk merangsek ke barisan depan. Veda bahkan sempat menduduki posisi ketiga sebelum akhirnya menyentuh garis finis di peringkat kelima.
Hasil impresif ini memberikan tambahan 11 poin bagi Veda, membuat total raihannya menjadi 82 poin dari sembilan seri yang telah berjalan. Konsistensinya dalam mendulang poin—termasuk dua kali naik podium di GP Brasil dan GP Le Mans—membuat Veda kini kokoh bertengger di peringkat keenam klasemen umum Moto3 2026.
Persaingan Sengit Asia Tenggara: Veda vs Hakim Danish
Selain Veda, sorotan di Sirkuit Brno juga tertuju pada pembalap asal Malaysia, Hakim Danish. Membela tim AEON Credits, Danish mencetak sejarah pribadi dengan meraih kemenangan perdananya di kelas Moto3.
Perjalanan Danish menuju podium tertinggi tidaklah mudah. Memulai balapan dari posisi kedua, ia sempat terlempar ke posisi sepuluh. Namun, daya juang pantang menyerah membawanya kembali memimpin balapan hingga kibaran bendera finis.
Meski sukses menjuarai GP Ceko dan telah mencatatkan dua podium musim ini, posisi Danish di klasemen umum masih berada satu tingkat di bawah Veda Ega, yakni di peringkat ketujuh. Inkonsistensi performa dan beberapa kali insiden crash yang membuatnya gagal finis menjadi pekerjaan rumah besar bagi rider Negeri Jiran tersebut.
Baca Juga: Pelatih Fisik Persik Kediri Sergi Morera Pilih Liburan dengan Nonton Moto GP di Mandalika Lombok
Dominasi Maximo Quiles di Puncak Klasemen
Beralih ke perebutan gelar juara dunia, nama Maximo Quiles (CFMoto Aspar Team) masih terlalu tangguh untuk digeser. Pembalap asal Spanyol ini terus menunjukkan dominasi absolutnya dengan memenangi lima dari sembilan seri yang telah digelar.
Statistik Quiles musim ini sangat menakutkan. Dari sembilan balapan, ia naik podium sebanyak delapan kali dan hanya sekali terlempar dari posisi tiga besar (saat berlaga di GP Mugello). Tak heran, Quiles kini difavoritkan sebagai kandidat terkuat peraih titel Juara Dunia Moto3 2026, mengungguli rival terdekatnya, Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo).
Veda Ega Tempel Ketat Puncak Klasemen Rookie
Bagi penggemar balap Tanah Air, fokus utama musim ini tidak hanya pada klasemen umum, melainkan juga klasemen Rookie Moto3 2026. Penampilan kompetitif Veda sejak awal musim menjadikannya sebagai ancaman nyata bagi para pembalap muda Eropa.
Hingga seri kesembilan ini, persaingan gelar pendatang baru terbaik mengerucut pada dua nama: Brian Uriarte dan Veda Ega Pratama. Uriarte masih memimpin klasemen rookie berbekal performa konsistennya meraup poin di berbagai seri. Namun, posisinya jauh dari kata aman. Veda terus membayangi dengan selisih poin yang sangat tipis.
Sementara itu, Hakim Danish yang menempati posisi ketiga di klasemen rookie masih memiliki margin jarak poin yang cukup jauh, membuat panggung perebutan gelar rookie sementara ini menjadi duel eksklusif antara Uriarte dan Veda.
Musim 2026 terbukti menjadi pembuktian sahih bagi Veda Ega Pratama di kejuaraan dunia. Tidak sekadar menjadi "pelengkap" di antara para rookie, Veda sukses mendobrak papan atas klasemen umum dan bersaing sejajar dengan pembalap-pembalap berpengalaman.
Dengan paruh kedua musim yang masih menyisakan banyak seri, peta persaingan—baik di klasemen umum maupun rookie—dipastikan akan terus bergejolak. Setiap tikungan, strategi pemilihan ban, dan hasil finis akan sangat menentukan siapa yang kelak berhak menyandang mahkota juara di akhir musim.
Editor : Shinta Nurma Ababil