KEDIRI, JP Radar Kediri – Penyelidikan tentang penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan bus Harapan Jaya, Jumat (23/1) masih belum tuntas. Polisi baru bisa meminta keterangan para saksi di sekitar lokasi kejadian. Baik warga maupun korban.
Sementara, sopir bus bernomor polisi AG 7662 UT belum bisa dimintai keterangan. Sebab, pria bernama Hartono, 34, warga Kabupaten Trenggalek tersebut masih trauma.
“Sopir bus sempat kami larikan ke RS Bhayangkara karena mengalami luka di bagian pipi kanan. Hendak kami mintai keterangan langsung namun belum bisa karena masih trauma,” terang Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan melalui Kanit Gakkum Ipda Andi Anang Dwi Fauzi Sulaiman.
Oleh karena itu, hingga Sabtu (24/1) polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian. Baik warga yang melihat maupun korban yang mengalaminya secara langsung.
Keterangan dari korban pun juga belum semuanya. Mengingat beberapa dari mereka masih mengalami trauma dan mendapat jahitan di lukanya akibat kejadian tersebut.
“Kondisi korban alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan statusnya masih rawat jalan,” tandas pria yang biasa dipanggil Anang itu.
Menurut Anang, dalam kejadian itu terdapat 11 korban luka. Termasuk sopir bus.
Sementara itu, yang terkait rekaman peristiwa dalam closed circuit television(CCTV), polisi sudah memeriksa dua orang. Salah satunya adalah pemilik bengkel yang kebetulan merekam secara jelas detik-detik terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut.
Informasi yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kediri, sembari menunggu sopir siap dimintai keterangan, polisi juga melakukan tes kesehatan. Yaitu tes urine kepada sopir bus Harapan Jaya pada Sabtu (24/1) malam. Itu dilakukan untuk mengetahui kondisi sopir bus dalam pengaruh alkohol, narkoba maupun zat terlarang lainnya.
“Malam ini (Sabtu malam, Red) kita cek urine pada sopir bus dibantu RS Bhayangkara Kediri,” bebernya.
Selain melakukan tes urine, polisi juga melakukan ramp check kendaraan pada Minggu (25/1) kemarin. Guna memastikan apakah kendaraan tersebut blong secara teknis atau ada unsur kesengajaan.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun Bus Harapan Jaya di Muning Kediri, Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan
“Sementara masih kami dalami terkait uji kelayakan kendaraan tersebut apakah pada saat kejadian rem normal atau ada kendala maupun kerusakan dalam rem bus. Rencana besok (Minggu, Red) kami lakukan pengecekan langsung kondisi bus,” pungkasnya.
Seperti yang diberitakan, kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Semeru, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri pada Jumat (23/1) lalu menggemparkan warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Bus Harapan Jaya dengan nomor polisi AG 7662 UT awalnya melaju dari arah barat (Terminal Baru Kota Kediri) menuju arah Tulungagung dan Trenggalek.
Sesampainya di Simpang Empat Muning, bus berusaha mendahului kendaraan lain. Nahas, sopir kehilangan kendali sehingga menyeruduk enam kendaraan lain. Sebelum akhirnya menabrak rumah warga.
Akibatnya, kendaraan dan rumah mengalami kerusakan parah. Sedangkan korban luka-luka ada 11 orang. Terdiri dari 10 orang di RS Ratih dan sisanya di RS Bhayangkara.
Editor : Andhika Attar Anindita