KEDIRI KOTA – Hingga seminggu sejak penemuan mayat Mak Mentil, polisi belum juga kunjung membongkar kasus ini. Siapa yang membunuh wanita pemulung itu juga belum diketahui. Polisi masih memburu sosok ini berdasarkan ciri-ciri yang diberikan saksi.
“Diduga pria tersebut sering mengunjungi (korban). Dan berdasarkan dari keterangan para tetangga pria tersebut memiliki hubungan asmara dengan korban. Hingga saat ini masih dalam penyelidikan,” kata Kapolsek Kediri Kota Kompol Suyitno.
Diberitakan sebelumnya, Mak Mentil ditemukan meninggal dalam keadaan tangan terikat dan mulut tersumpal oleh kain. Nenek yang bernama asli Sukinem itu ditemukan Senin (28/1) sekitar pukul 16.00 WIB oleh warga. Dengan keadaan leher mengalami luka karena ditemukan ada tekanan. Da dinyatakan meninggal sejak Minggu (27/1) malam. Ia diduga menjadi korban pembunuhan karena menurut keterangan saksi, orang terakhir yang bertemu dengan Mak Mentil adalah sesosok pria paro baya.
Sementara itu, selama hidupnya, meskipun sudah berumur 82 tahun, Mak Mentil disebutkan masih kuat berjalan untuk bekerja. Sehari-hari mencari barang bekas di pinggir jalan untuk menghidupi dirinya sendiri. Sekitar pukul 05.30 WIB, mulai berjalan dari Setonobetek, hingga ke Jalan Ahmad Yani, Banjaran.
Mak Mentil juga dikenal mudah akrab. Seperti yang diceritakan oleh Aa, seorang tetangganya. Dia mengaku Mak Mentil sosok yang baik dan ramah. “Saya baru seminggu kenal, tapi dia sudah akrab,” terang Aa.
Berdasarkan keterangan Aa, Mak Mentil dalam kesehariannya seringkali berangkat pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Dari Pasar Setonobetek, Mak Mentil biasanya berjalan kaki menuju ke arah timur.. “Ya, sambil berjalan juga sambil mencari cari rosok, di sepanjang jalan,” imbuh Aa.
Meski bertubuh kecil, menurut Aa Mak Mentil juga termasuk sosok yang kuat. Bagaimana tidak, menurut cerita yang dijelaskan oleh Mak Mentil, ia hanya berjalan dan tidak pernah menumpang saat mencari rosok.
Kini, tawa dan keramahan Mak Mentil dirindukan di lingkungan Pasar Setonobetek. Tidak ada lagi sesosok nenek yang baik dan ramah terhadap sesama. “Biasanya anak-anak kecil kalau sore suka bermain dengan Mak Mentil di depan situ, Mas,” ujarnya sambil menunjuk kursi dari kayu di depan rumah Mak Mentil.
Editor : adi nugroho