Sabtu, 22 Feb 2020
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Kuburkan Jenazah Mak Mentil

Lebih dari 3 Hari di Ruang Mayat RS

01 Februari 2019, 15: 21: 52 WIB | editor : Adi Nugroho

Kuburkan Jenazah Mak Mentil

Share this          

KEDIRI KOTA– Kasus pembunuhan Sukinem alias Mak Mentil di Pasar Setonobetek masih menjadi misteri hingga kemarin. Pelaku yang menghabisi perempuan lanjut usia (lansia) diduga dengan menjerat atau mencekik lehernya belum terkuak.

Padahal sudah berkisar lima hari polisi menyelidiki kasus tersebut. Ini sejak warga lingkungan pasar tradisional di Jl Sam Ratulangi, Kota Kediri tersebut menemukan jasad Mak Mentil, Senin sore (28/1).

Kendati kasus pembunuhannya belum terungkap, hari ini (1/2), polisi berencana menguburkan jasad perempuan asal Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro, Magetan itu. Jenazah perempuan berusia 82 tahun ini akan dikebumikan di tempat pemakaman yang dikhususkan untuk jenazah yang tidak memiliki keluarga. “Lokasi kuburannya di daerah Mojoroto,” kata Kapolsek Kediri Kota Kompol Suyitno, kemarin.

Sebelumnya, mayat Mak Mentil berada di ruang jenazah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kediri. Petugas telah memvisum jasadnya. Itu untuk mengetahui penyebab kematiannya.

Karenanya, polisi kemudian mengambil langkah untuk segera memakamkan. “Ya karena jenazah juga sudah lebih dari tiga hari di ruang jenazah rumah sakit,” ujar Suyitno.

Untuk keperluan pemakaman, jenazah Mak Mentil yang semula di ruang jenazah RS Bhayangkara Kediri, kemarin akhirnya dipindahkan ke RSUD Gambiran. Ini agar prosesi pemakamannya lebih mudah.

Suyitno menjelaskan bahwa untuk prosesi pemakaman perempuan pemulung itu, pihak Polsek Kediri Kota telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri dan RSUD Gambiran. “Ini karena keluarga dari korban juga belum bisa ditemukan,” imbuhnya.

Satreskrim Polres Kediri Kota sejatinya telah menelusuri keberadaan keluarga Sukinem. Sumbernya berasal dari selembar fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan. Yakni di kediaman Mak Mentil di dalam kompleks Pasar Setonobetek.

Di kartu itulah diketahui tempat tinggal asal Sukinem. Alamatnya di Desa Kembangan, Kecamatan Sukomoro, Magetan. Selanjutnya, Polres Kediri Kota berkoordinasi dengan kepolisian Polres Magetan.

Setelah kepolisian setempat menghubungi perangkat Desa Kembangan, akhirnya diketahui alamat Mak Mentil. Namun, keterangan perangkat desa dan sebagian warga yang berada di sekitar lokasi, Sukinem telah meninggalkan desanya selama berpuluh-puluh tahun.

Sedangkan sanak saudara dan keluarganya pun sudah meninggalkan desa tersebut. Hingga kini jejaknya belum bisa diketahui. “Warga, ketua RT, hingga perangkat desa alamat rumah korban di Magetan juga tidak mengetahui keberadaan keluarga inti. Sehingga menyulitkan proses pencarian keluarga,” papar Suyitno.

Lantas bagaimana perkembangan penyelidikan atas kasus pembunuhan tersebut?  Menanggapi hal ini, Suyitno mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap sosok laki-laki yang kali terakhir bertemu dengan Mak Mentil. Dia dicurigai mengetahui kejadian sebelum korban tewas.

“Kami gali keterangan saksi tetangga korban. Saat ini (kemarin) kasusnya terus dilakukan pengembangan penyelidikan,” jelasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Andy Purnomo mengatakan, kasus pembunuhan ini sedang dalam tahap penyelidikan. Pihak Satreskrim Polres Kediri Kota turut mem-back up pengungkapan kasus ini. Timnya telah siap ketika dibutuhkan.

“Sampai saat ini anggota (satreskrim) dari polresta juga memberikan bantuan atas penyelidikan,” imbuhnya.

Warga lingkungan Pasar Setonobetek pun berharap, agar pelaku pembunuhan Mak Mentil segera tertangkap dan dihukum seberat-beratnya. “Padahal Mak Mentil orangnya baik, ramah, kok ya tega ada yang membunuh dengan cara seperti itu,” ujar AA, seorang pedagang Pasar Setonobetek, yang juga tetangga korban.

Seperti diketahui, jenazah Mak Mentil ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa pada Senin (28/1) sore. Mayatnya ditemukan tetangganya di rumah yang berlokasi di area Pasar Setonobetek. Saat itu, jasad lansia tersebut dalam keadaan mulut tersumpal kain. Kedua tangan diikat dengan tali yang juga dari kain.

Informasi yang beredar, korban diduga dibunuh oleh pria bertubuh besar dan lebih tinggi dari Mak Mentil. Menurut keterangan para tetangga, laki-laki tersebut adalah orang terakhir yang terlihat mendatangi rumah Mak Mentil pada Minggu (27/1) malam lalu. “Sekilas wajahnya tidak terlihat, karena memakai helm dan jaket,” kata salah satu warga Pasar Setonobetek.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia