Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kecantikan dan Kicauan Burung Kepodang yang Menenangkan

Nakula Agi Sada • Rabu, 24 Juni 2026 | 18:10 WIB
Burung Kepodang
Burung Kepodang

 

Pernahkah Anda melihat kilatan warna kuning keemasan yang kontras di antara rimbunnya dedaunan hijau? Jika iya, besar kemungkinan Anda sedang beruntung berpapasan dengan burung kepodang. Burung yang memiliki nama ilmiah Oriolus chinensis ini bukan sekadar unggas biasa. Di balik keindahan bulunya yang memanjakan mata, kepodang menyimpan cerita, filosofi, dan daya tarik yang membuatnya begitu istimewa di hati masyarakat Indonesia, khususnya di tanah Jawa.

Bagi masyarakat Jawa, burung kepodang—atau sering disebut kepodang emas—bukanlah asing. Burung ini bahkan secara resmi ditetapkan sebagai fauna identitas Provinsi Jawa Tengah. Kepodang dianggap sebagai lambang kemapanan, keindahan, dan budi pekerti yang luhur. Tak heran, kehadirannya sering kali dikaitkan dengan berbagai tradisi adat yang sarat akan makna kehidupan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Cantik! Ini Pesona Burung Kepodang yang Kaya Makna Budaya dan Terancam Punah

Pesona Fisik yang Bikin Jatuh Hati

Membicarakan kepodang tentu tidak bisa lepas dari penampilannya yang sangat mencolok. Bayangkan saja, hampir seluruh tubuhnya dibalut oleh bulu berwarna kuning terang yang berkilau saat terkena sinar matahari. Namun, penampilannya tidak monoton. Burung ini memiliki semacam "topeng" hitam di sekitar matanya yang memanjang hingga ke tengkuk, memberikan kesan tegas sekaligus elegan secara bersamaan.

Selain warna kuning dan hitam yang dominan, paruh burung kepodang juga menjadi daya tarik tersendiri. Paruhnya yang kuat dan runcing berwarna merah muda keputihan, sangat serasi dengan warna kakinya yang hitam keabu-abuan. Kombinasi warna yang kontras namun harmonis inilah yang membuat siapa saja yang melihatnya di alam liar pasti akan langsung terpikat.

Si Pesolek yang Menjaga Kebersihan

Ada satu fakta unik yang membuat burung kepodang begitu dicintai: mereka adalah hewan yang sangat menjaga kebersihan. Di kalangan pencinta burung, kepodang sering dijuluki sebagai "burung pesolek". Mereka sangat gemar mandi dan merawat bulu-bulunya agar selalu bersih dan berkilau. Sifat resik inilah yang kemudian diadopsi manusia sebagai simbol bahwa kita harus selalu menjaga kebersihan lahir dan batin.

Karena sifatnya yang gemar bersolek, burung kepodang juga melambangkan keindahan yang tertata. Di masa lalu, para bangsawan Jawa sering memelihara burung ini dengan harapan sifat-sifat baik, seperti kepedulian terhadap penampilan yang rapi dan perilaku yang santun, bisa tecermin dalam kehidupan sehari-hari pemiliknya.

Baca Juga: Mitos Burung Kepodang. Mulai Tingkeban Hingga Pertanda Rejeki

Suara Gacor yang Menenangkan Hati

Tidak hanya menang di penampilan, burung kepodang juga dibekali dengan suara kicauan yang sangat merdu. Kicauannya cenderung nyaring, penuh variasi, dan memiliki siulan yang terdengar seperti alunan musik alami. Mendengar suara kepodang di pagi hari sambil menikmati secangkir kopi hangat di teras rumah dijamin bisa langsung mengusir stres akibat rutinitas yang padat.

Kicauan kepodang yang khas ini sering kali terdengar seperti sedang menyapa alam semesta. Di habitat aslinya, suara lantang mereka juga berfungsi sebagai penanda wilayah kekuasaan sekaligus cara untuk memikat sang pujaan hati. Kombinasi antara visual yang indah dan suara yang merdu membuat burung ini benar-benar paket lengkap.

Mitos dan Tradisi "Tingkeban"

Hubungan antara burung kepodang dan budaya manusia ternyata masuk cukup dalam hingga ke ranah tradisi sakral. Dalam tradisi mitoni atau tingkeban (selamatan tujuh bulanan bagi wanita yang hamil anak pertama), burung kepodang sering kali dihadirkan. Ada mitos menarik yang dipercayai secara turun-temurun oleh sebagian masyarakat Jawa mengenai hal ini.

Konon, jika ibu hamil memakan daging burung kepodang atau sekadar memandangi kecantikannya saat ritual, anak yang lahir nanti akan memiliki rupa yang menawan. Jika lahir laki-laki diharapkan akan berwajah tampan dan berbudi luhur, sedangkan jika perempuan akan tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita dan anggun. Tentu saja, ini adalah simbol harapan orang tua agar sang anak memiliki masa depan yang indah.

Baca Juga: Kepodang Merah, Burung Langka yang Penuh Warna dan Cerita

Habitat Asli dan Menu Favorit

Di alam bebas, burung kepodang adalah penghuni setia hutan-hutan dataran rendah, hutan sekunder, hingga kawasan perkebunan yang masih asri. Mereka adalah petualang tajuk pohon, yang artinya mereka lebih banyak menghabiskan waktu di dahan-dahan pohon yang tinggi daripada berjalan di atas tanah. Hal ini jugalah yang membuat mereka kadang sulit ditangkap oleh pandangan mata telanjang.

Urusan isi perut, burung kepodang tidak terlalu pilih-pilih, namun mereka punya menu favorit. Makanan utama mereka di alam liar terdiri dari buah-buahan segar yang matang di pohon, seperti pepaya, pisang, dan beringin. Selain buah, mereka juga memburu serangga kecil, ulat, bahkan nektar bunga untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dan menjaga tubuh mereka tetap bertenaga.(*)

Editor : Mahfud
#Kepodang #Birds #Kicaumania #burung