Musim hujan sering jadi momen yang bikin para penghobi kenari sedikit was-was. Soalnya, cuaca yang lembap, dingin, dan berubah-ubah bisa bikin burung gampang drop. Tapi santai aja—asal tahu caranya, kenarimu tetap bisa tampil sehat, fit, dan gacor walaupun hujan turun tiap hari.
Musim hujan biasanya membawa suhu udara yang lebih rendah. Kondisi ini bisa memengaruhi stamina kenari, terutama kalau kandangnya kena angin dingin atau cipratan hujan. Makanya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan kandang berada di tempat aman, nggak kehujanan, dan nggak kena angin langsung.
Selain posisi kandang, yang perlu kamu perhatikan adalah tingkat kelembapan. Di musim hujan, udara terasa lebih lembap dan ini bisa membuat bulu kenari sulit kering kalau kena embun. Bulu yang lembap terus-menerus bisa memicu kutu, jamur, atau penyakit pernapasan. Jadi penting banget untuk menjaga area sekitar kandang tetap kering.
Untuk menjaga suhu tubuh kenari tetap stabil, kamu bisa memberikan kerodong saat malam hari. Nggak perlu tebal banget, yang penting bisa menahan angin. Kalau cuaca benar-benar dingin, kamu bisa double kerodong, tapi tetap pastikan sirkulasi udaranya bagus.
Nah, soal penjemuran nih—ini yang sering bikin bingung saat musim hujan. Sebenarnya, kenari tetap harus dijemur, tapi durasi dan waktunya disesuaikan dengan kondisi cuaca. Jemurlah saat matahari benar-benar muncul, idealnya mulai pukul 07.00–09.00. Kalau mendung atau terlalu dingin, nggak usah dipaksakan. Penjemuran 10–20 menit saja sudah cukup untuk membantu menjaga metabolisme tubuhnya.
Kalau matahari cuma muncul sebentar, manfaatkan momen itu. Biasanya, meski musim hujan, matahari suka “nongol” tipis-tipis setelah hujan reda. Jemur sebentar, lalu kembalikan ke tempat aman. Yang penting, kenari tetap dapat vitamin D alami walaupun singkat.
Selain matahari, pengeringan bulu secara alami juga penting. Kalau kenarimu mandi sendiri atau kamu mandikan, pastikan bulunya sudah cukup kering sebelum kembali dikerodong. Jangan biarkan dia dalam keadaan basah saat cuaca dingin—ini bisa bikin drop dan masuk angin.
Untuk menjaga kenari tetap gacor di musim hujan, kamu bisa meningkatkan asupan pakan bergizi. Berikan biji-bijian berkualitas, tambah sayuran seperti sawi atau wortel, dan tambahkan pakan pendukung seperti telur puyuh rebus (sedikit saja), kroto segar, atau extra fooding lain yang cocok untuk kenarimu.
Vitamin dan mineral juga penting. Kamu bisa memberikan multivitamin khusus burung dua atau tiga kali seminggu. Vitamin ini membantu menjaga daya tahan tubuh supaya kenari nggak gampang sakit ketika cuaca tiba-tiba berubah.
Di musim hujan, aktivitas burung biasanya cenderung lebih pasif. Karena itu, kamu bisa memperbanyak suara masteran untuk merangsang mood berkicau. Putar masteran dengan volume kecil-sedang secara rutin. Dengan cara ini, kenari tetap terlatih dan tidak kehilangan karakter suaranya.
Selain itu, suasana kandang harus tenang dan nyaman. Hindari menaruh burung di dekat tempat yang banyak hembusan angin, dekat jendela yang bocor, atau area yang sering kena percikan air hujan. Burung yang stres karena tempatnya tidak nyaman biasanya akan menurunkan performa gacornya.
Hal yang sering terlupakan adalah kebersihan kandang. Musim hujan membuat kotoran burung lebih cepat lembap dan menimbulkan bau. Kandang yang kotor bisa jadi sarang jamur dan bakteri, jadi bersihkan minimal 2–3 kali seminggu.
Kalau kenarimu kelihatan lesu, bulu mengembang, atau kurang aktif, jangan panik. Bisa jadi dia butuh penyesuaian suhu saja. Pindahkan ke tempat lebih hangat, beri pakan bergizi, dan hindari stres. Biasanya dalam beberapa hari kondisinya kembali normal.
Yang paling penting, selalu perhatikan perubahan cuaca. Kalau hujan nonstop dan udara terlalu dingin, jangan terlalu memaksa penjemuran atau memandikan burung. Prioritaskan menjaga suhu tubuh dan kondisi mentalnya.
Pada akhirnya, kenari itu burung yang cukup kuat kok. Selama kamu paham ritmenya, merawat kenari di musim penghujan nggak sesulit yang dibayangkan. Dengan perawatan yang stabil dan lingkungan yang nyaman, suaranya tetap bisa “meledak” walaupun cuaca sedang sendu. (*)
Baca Juga: Pasar Burung Setonobetek Kota Kediri Kena Sapu Angin Kencang, Begini Kondisinya
Baca Juga: Burung Kicauan Loyo Saat Musim Hujan? Tenang, Begini Cara Bikin Mereka Semangat Lagi!
Editor : Jauhar Yohanis