Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tampilkan Warisan Budaya Kapal Pinisi, Inilah Sinopsis Film Puang Bos

Redaksi Radar Kediri • Jumat, 8 November 2024 | 17:39 WIB

Poster Film Puang Bos
Poster Film Puang Bos
JP Radar Kediri -  Film Puang Bos hadir dengan cerita yang tidak hanya menghibur. Namun juga menampilkan warisan budaya kapal Pinisi yang menggabungkan unsur keluarga, cinta dan komedi.

Film ini di produksi oleh Megti Media Film (MMF) dengan Adink Liwutang sebagai sutradara dan Leni Lolang sebagai produser. Film ini menampilkan warisan budaya tak benda UNESCO, Kapal Pinisi dengan nuansa alam Sulawesi Selatan yang menakjubkan.

Nilai edukatif juga dapat diambil dari film ini. Sehingga sangat cocok ditonton bersama keluarga. Karena film ini diperuntukkan semua kalangan usia.

Kerennya, perlu waktu 7 tahun untuk membuat Kapal Pinisi besar dan dijamin asli dari Bulukumba, Sulawesi Selatan. Yang mana di dalam film Puang Boss menunjukkan proses pembuatan Kapal Pinisi sesungguhnya.

Film Puang Boss mengisahkan perjalanan Dewa Rucc yang diperankan oleh Ibrahim Risyad. Dia merupakan pewaris tunggal bisnis kapal Pinisi milik keluarganya yang kaya akan tradisi dan kearifan lokal.

Bisnis ini telah lama dirintis oleh ayahnya, Puang Sinar (Pritt Timothy), seorang pembuat kapal yang disegani di Bulukumba.

Namun, alih-alih melanjutkan usaha keluarga, Dewa lebih tertarik menghabiskan waktu dengan hobinya. Yakni berkendara bersama teman-temannya.

Sikapnya yang kurang peduli dengan bisnis keluarga memicu kekhawatiran Puang Sinar. Apalagi dengan krisis pasokan kayu Na’nasa, bahan utama pembuatan kapal pinisi.

Di tengah kebimbangan ini, Dewa bertemu kembali dengan Pertiwi (Michelle Ziudith). Cinta masa lalunya yang kini juga menjadi pewaris lahan kayu Na’nasa terbesar di Bulukumba.

Melalui percakapan dan dukungan Pertiwi, Dewa mulai menyadari betapa pentingnya bisnis kapal Pinisi bagi keluarga dan budaya setempat.

Dengan bantuan Pertiwi dan para pekerja ayahnya, Dewa akhirnya berusaha mempelajari kembali nilai-nilai tradisi yang selama ini dia abaikan.

Bersama, mereka menghadapi tantangan untuk mempertahankan warisan budaya kapal Pinisi sambil menemukan makna hidup dan cinta di dalam prosesnya.

Film ini diproduksi dan tayang dalam tahun yang sama. Yakni awal produksi 5 Februari 2024 sedangkan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 14 November 2024.

Buruan pesen tiketnya dan tonton di bioskop kesayangan kamu.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #bioskop #kapal #film #sinema #jawapos #pinisi #filmbaru