Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Rekam Jejak Karir Maarten Paes:Pahlawan Penjaga Gawang Indonesia vs Australia

Redaksi Radar Kediri • Rabu, 11 September 2024 | 22:23 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri - Maarten Paes, nama yang belakangan ini ramai diperbincangkan di kalangan pecinta sepak bola. 

Terutama setelah aksinya yang luar biasa pada laga Indonesia vs Australia yang sekaligus menjadi debut pertamanya di kandang utama Timnas Indonesia, Gelora Bung Karno (GBK) pada Selasa, (10/9/24). 

Penjaga gawang asal Belanda ini memukau para penggemar sepak bola dengan penampilan heroiknya ketika menepis serangan bertubi-tubi dari Australia dan membuatnya disebut “Pahlawan” oleh para penggemar. 

Walaupun berasal dari Belanda, karir internasional Paes membuatnya terkenal di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. 

Bagaimana Paes bisa mencapai status ini? Mari kita simak perjalanan karirnya dari awal hingga menjadi sorotan dalam laga penting ini.

Awal Karir di Belanda

Maarten Paes lahir pada 14 Mei 1998 di Nijmegen, Belanda. Dirinya  dapat bergabung dengan Timnas Indonesia karena memiliki darah Indonesia dari sang nenek yang lahir di Pare, Kediri.

Sejak usia muda, Paes sudah menunjukkan bakatnya sebagai penjaga gawang. 

Ia memulai karirnya sebagai penjaga gawang dari akademi VV Union, sebelum akhirnya beralih ke NEC Nijmegen pada tahun 2012. 

Baca Juga: Ini Lawan Indonesia Selanjutnya usai Tahan Imbang Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Di NEC Nijmegen dirinya bergabung dengan tim U-17 dan U-19 Nijmegen. Lalu pada tahun 2018 dirinya naik ke tim senior di usianya yang masih 18 tahun.

Penampilan solidnya di NEC Nijmegen menarik perhatian FC Utrecht, salah satu klub besar di Belanda yang kerap melahirkan talenta-talenta berbakat. Berkat itu dirinya dikontrak selama empat tahun di FC Utrecht terhitung sejak 2018.

Di FC Utrecht, Paes menjalani perkembangan pesat. Kemampuannya dalam membaca permainan, refleks cepat, dan keberaniannya dalam menghalau serangan lawan menjadikannya sebagai salah satu penjaga gawang menjanjikan di liga Eredivisie. 

Pada usia 20 tahun, ia sudah mendapatkan tempat di tim utama Utrecht, sebuah prestasi yang luar biasa bagi seorang penjaga gawang muda.

Menapaki Karir Internasional: MLS dan Tim Nasional Belanda

Performa apik Paes di FC Utrecht menarik perhatian klub internasional. Pada tahun 2022, Paes dipinjamkan ke FC Dallas, klub Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat. 

Di MLS, Paes kembali menunjukkan kualitasnya sebagai penjaga gawang andal.

Baca Juga: Apa Itu Susu Ikan? Digadang Menjadi Pengganti Susu Sapi di Program Makan Gratis Prabowo-Gibran

Setelah periode pinjamannya yang sukses, FC Dallas memutuskan untuk mengontrak Paes secara permanen. Di sana, ia menjadi salah satu pemain kunci yang membawa klubnya bersaing di papan atas.

Selain karirrnya di klub, Maarten Paes juga tampil gemilang untuk tim nasional Belanda U-19, U-20, dan U-21. 

Ia menjadi pilihan utama dalam beberapa pertandingan penting, membawa tim muda Belanda bersaing di turnamen internasional.

Meski belum mendapat debut di tim senior Belanda, kontribusi Paes di kelompok umur sudah menjadi bukti bahwa ia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penjaga gawang terbaik.

Momen Bersejarah: Pahlawan di Laga Indonesia vs Australia

Nama Maarten Paes digaungkan sebagai “Pahlawan Penjaga Gawang” setelah aksi penyelamatan krusialnya dalam laga dramatis Indonesia vs Australia pada Kualifikasi Piala Dunia Round 3 zona Asia.

Baca Juga: Benarkah Susu Ikan Rahasia Alami Kulit Sehat dan Cerah?

Paes, yang baru pertama kali tampil membela Indonesia di kandang utama Gelora Bung Karno (GBK), menunjukkan performa yang luar biasa. 

Sepanjang pertandingan, Australia terus menyerang dan memberikan tekanan berat kepada lini pertahanan Indonesia. Namun, Paes berdiri kokoh di bawah mistar gawang, menggagalkan sejumlah peluang emas dari Australia.

Para pemain Australia sejumlah peluang emas untuk menjebol gawang Indonesia. 

Tendangan keras Keanu Baccus dan bola liar Mitchell Duke hampir saja menjebol gawang Indonesia. Namun, Maarten Paes masih memiliki kemampuan untuk menepisnya. 

Harry Souttar sempat melepaskan sepakan di dalam kotak penalti Timnas Indonesia. Beruntungnya Maarten Paes berhasil mencegah sepakannya. 

Di menit ke-33, Australia juga sempat mendapatkan peluang besar dari Nestory Irankunda. Bola yang ditembakkan Nestroy Irankunda meluncur langsung ke tiang gawang dan mengenai tubuh Maarten Paes. 

Baca Juga: 10 Fakta Menarik Landak Jawa yang Jarang Diketahui

Untungnya bola hanya bergulir dan dibuang langsung oleh bek Indonesia.

Maarten Paes juga berhasil menepis tembakan dari Craig Goodwin, pemain sayap kiri Timnas Australia. 

Berkat aksi-aksi pertahanan heroik Maarten Paes, Timnas Indonesia dapat menahan skor imbang 0-0 dengan Timnas Australia.

Maarten Paes telah membuktikan dirinya sebagai penjaga gawang yang memiliki bakat dan dedikasi luar biasa. 

Perjalanannya dari akademi sepak bola Belanda hingga karir internasional di MLS dan performa heroiknya dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menunjukkan bahwa dirinya adalah sosok pemain yang siap bersinar di panggung dunia.

Dengan usianya yang masih muda, Paes memiliki masa depan cerah dalam dunia sepak bola.

Pengalamannya bermain di berbagai liga dan turnamen, serta kemampuannya dalam menghadapi tekanan di laga-laga penting, menjadikan Maarten Paes salah satu penjaga gawang yang patut diwaspadai di tahun-tahun mendatang.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kiper #Maarten Paes #indonesia #penjaga gawang #australia #vs #timnas indonesia