JP Radar Kediri - Landak Jawa (Hystrix javanica) merupakan salah satu hewan endemik Indonesia yang seringkali luput dari perhatian.
Landak Jawa memiliki duri-duri di seluruh tubuhnya. Duri ini berfungsi untuk melindungi diri dari predator.
Meskipun terlihat sederhana dengan duri-durinya yang khas, ada banyak hal menarik tentang spesies ini yang jarang diketahui oleh banyak orang.
Berikut 10 fakta menarik tentang landak Jawa yang jarang diketahui:
1. Tidak Berbahaya Seperti yang Dikira
Salah satu mitos yang sering beredar adalah bahwa landak dapat "melempar" duri-durinya ketika merasa terancam. Faktanya, landak Jawa tidak memiliki kemampuan tersebut.
Ketika merasa terancam, mereka hanya menegakkan duri-duri tersebut sebagai bentuk pertahanan diri. Duri mereka memang sangat tajam dan mudah lepas jika terkena benturan, tetapi tidak bisa dilempar.
Baca Juga: Landak Jawa Terancam Punah? Ini Alasannya
2. Aktif di Malam Hari (Nokturnal)
Landak Jawa adalah hewan nokturnal, yang berarti mereka lebih aktif di malam hari. Pada siang hari, mereka biasanya berlindung di dalam sarang atau gua yang mereka buat dari tanah.
Aktivitas malam mereka terutama berkaitan dengan mencari makanan dan menjaga wilayah mereka dari ancaman.
3. Pemakan Segala (Omnivora)
Meski dikenal sebagai pemakan tumbuhan (herbivora), landak Jawa sebenarnya termasuk omnivora. Selain memakan daun, akar, dan buah-buahan, mereka juga terkadang mengonsumsi serangga kecil dan cacing tanah.
Hal ini menunjukkan bahwa landak Jawa memiliki pola makan yang lebih beragam daripada yang banyak orang kira.
4. Bisa Hidup Hingga 15 Tahun
Di alam liar, landak Jawa memiliki umur rata-rata antara 10 hingga 15 tahun. Namun, ini bergantung pada kondisi lingkungan dan predator yang mereka hadapi.
Di penangkaran, landak ini bisa hidup lebih lama karena kondisi yang lebih terkontrol dan minim ancaman.
5. Memiliki Peran Penting dalam Ekosistem
Sebagai pemakan tumbuhan, landak Jawa membantu dalam penyebaran biji-bijian melalui kotoran mereka. Hal ini membantu dalam regenerasi hutan dan menjaga keseimbangan ekosistem di habitat mereka.
Dengan berperan sebagai penyebar biji, landak Jawa turut membantu pertumbuhan vegetasi baru di hutan-hutan tempat mereka tinggal.
6. Duri yang Terus Tumbuh
Duri pada tubuh landak Jawa tidak hanya berfungsi sebagai alat pertahanan, tetapi juga memiliki siklus pertumbuhan yang mirip dengan rambut manusia.
Duri-duri ini akan rontok dan digantikan oleh duri baru yang lebih kuat. Hal ini membantu landak menjaga perlindungan diri yang optimal sepanjang hidupnya.
7. Suka Menggali Lubang
Landak Jawa dikenal sebagai penggali yang handal. Mereka biasanya menggali lubang di tanah untuk dijadikan sarang atau tempat berlindung dari predator.
Sarang ini juga menjadi tempat yang aman untuk membesarkan anak-anaknya. Mereka bisa menggali lubang yang cukup dalam dan kompleks, dengan beberapa terowongan yang terhubung.
Baca Juga: Benarkah Susu Ikan Baik Untuk Penderita Kolesterol Tinggi?
8. Reproduksi yang Lambat
Landak Jawa memiliki tingkat reproduksi yang relatif lambat dibandingkan dengan hewan lain.
Seekor landak Jawa betina biasanya hanya melahirkan satu hingga dua anak dalam sekali masa kehamilan, yang berlangsung selama kurang lebih 100 hari.
Anak landak ini akan diasuh oleh induknya hingga cukup dewasa untuk mandiri.
9. Terancam Akibat Perburuan dan Hilangnya Habitat
Sayangnya, landak Jawa kini menghadapi ancaman serius akibat perburuan liar dan hilangnya habitat alamiah mereka.
Di beberapa daerah, duri dan daging landak masih dianggap sebagai komoditas yang bernilai tinggi.
Selain itu, deforestasi yang masif di Indonesia juga berdampak buruk pada populasi landak Jawa.
Baca Juga: Curhatan Fanny Soegi, Eks Vokalis Soegi Bornean tentang Royalti Lagu Asmaralibrasi di Media Sosial X
10. Pernah Dianggap Sebagai Hama
Di beberapa wilayah, landak Jawa pernah dianggap sebagai hama oleh petani karena sering merusak tanaman.
Namun, dengan pemahaman yang lebih baik tentang peran mereka dalam ekosistem, persepsi ini perlahan mulai berubah.
Beberapa langkah konservasi juga telah diambil untuk melindungi hewan ini dari perburuan dan perdagangan ilegal.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah