JP Radar Kediri – Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dirilis Bank Indonesia (BI) menunjukkan kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan II 2026 mengalami peningkatan. Nilai saldo bersih tertimbang (SBT) tercatat naik menjadi 12,97%, dari sebelumnya 10,11% pada triwulan I 2026.
Baca Juga: Harga BBM Terbaru Pertengahan Juli 2026! Pertamina hingga Shell Kompak Turun
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakos, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/7/2026), menyampaikan bahwa penguatan kegiatan usaha tersebut ditopang oleh kenaikan kinerja pada mayoritas lapangan usaha (LU) utama.
Pertanian, Konstruksi, dan Pertambangan Jadi Motor Penggerak
Sejumlah sektor lapangan usaha yang mencatatkan peningkatan kinerja antara lain sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan SBT 1,74%; sektor konstruksi dengan SBT 0,81%; serta sektor pertambangan dan penggalian dengan SBT 0,37%, seiring meningkatnya aktivitas usaha di masing-masing sektor tersebut.
Sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum turut mencatat kenaikan dengan SBT 0,50%, sejalan dengan permintaan yang tetap terjaga selama rangkaian hari besar keagamaan nasional (HBKN) dan musim liburan sekolah sepanjang triwulan II 2026.
Baca Juga: Produktivitas Kebun Anjlok Lebih dari 60% Agrinas Palma Didesak Diaudit Menyeluruh
Kapasitas Produksi Terpakai Naik Jadi 73,80%
Tingkat kapasitas produksi terpakai pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 73,80%, meningkat dibandingkan realisasi triwulan I 2026 yang berada di angka 73,33%. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan; sektor pertambangan dan penggalian; serta sektor pengadaan listrik.
Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha secara umum dinilai tetap sehat, baik dari sisi likuiditas maupun rentabilitas, dengan akses terhadap kredit yang masih tergolong mudah bagi pelaku usaha.
Triwulan III Diprediksi Tetap Terjaga
Para responden survei memperkirakan kegiatan usaha pada triwulan III 2026 akan tetap terjaga, dengan proyeksi SBT sebesar 11,75%.
Kinerja lapangan usaha yang diperkirakan meningkat terutama berasal dari sektor industri pengolahan, serta sektor perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi mobil dan motor, seiring perkiraan permintaan masyarakat yang tetap terjaga. Sektor konstruksi juga diperkirakan tumbuh, sejalan dengan berlanjutnya pengerjaan sejumlah proyek pemerintah maupun swasta.
Selain itu, kinerja sektor pertambangan dan penggalian turut diproyeksikan meningkat, seiring turunnya curah hujan yang mendorong kenaikan aktivitas pertambangan.
Baca Juga: Cara Cek Bansos BPNT Rp600 Ribu Cair Mulai 20 Juli 2026, Pastikan Data Terbaru KPM Lengkap
(Penulis : Zebita Rizqi Priyangga, pemagang dari Universitas Negeri Yogyakarta)
Editor : MahfudSumber : Antara News