KEDIRI, JP Radar Kediri - Kabupaten Kediri terkenal dengan kekayaan alamnya yang memukau. Termasuk sumber mata air alami yang menyegarkan tersebar di banyak tempat. Salah satu yang cukup memesona dan patut dikunjungi adalah Sumber Gundi. Wisata tersembunyi di Desa Tanjung, Kecamatan Pagu ini bisa menjadi pengobat mata di tengah keriuhan kota.
Di Sumber Gundi, pengunjung dapat merasakan kesejukan alam pedesaan yang masih sangat asri. Pohonnya rindang menawarkan suasana tenang dan damai. Jauh dari hiruk pikuk kota. Wisatawan yang berkunjung dapat bersantai di gazebo yang disediakan untuk menikmati semilir angin segar dan mendengarkan gemericik air yang menenangkan.
“Sebelum dikembangkan menjadi tempat wisata, Sumber Gundi dulu hanya dimanfaatkan untuk mengairi persawahan,” jelas Tri Subianto sebagai perangkat Desa Tanjung, Kecamatan Pagu.
Setelah peristiwa angin puting beliung pada 2013, pemuda desa berinisiatif untuk menghidupkan area sumber dengan kegiatan penghijauan. Mereka dengan penuh kesadaran melakukan bersih-bersih. Sejak saat itu, Sumber Gundi menjelma menjadi tempat wisata yang menarik perhatian banyak warga.
“Untuk menarik pengunjung, mulailah dibangun warung tempat untuk berjualan,” ucap lelaki 40 tahun itu. Setelah tujuh tahun berbenah, pada 2020, Sumber Gundi resmi menjadi tempat wisata.
Fasilitasnya pun ditambah. Bukan saja warung makan, tetapi juga diberi gazebo, toilet, tempat parkir, dan musala. Pengunjung yang datang bisa memanjakan lidahnya dengan kuliner khas desa. Selain lezat, juga ramah di kantong. Para penjual makanan sepakat untuk menjual kuliner dengan harga yang terjangkau agar pengunjung betah. Kuliner yang tersedia adalah nasi pecel, krupuk pecel, mi goreng, serta gorengan dan bermacam-macam es.
“Pengunjung biasanya ramai pada Sabtu dan Minggu,” aku Sriati, penjual makanan di lokasi wisata. Selain menikmati kuliner khas desa, yang menjadi daya tarik utama Sumber Gundi adalah ikan-ikannya yang berlimpah. Pengunjung dapat memberi makan ikan sambil bersantai di bawah pepohonan yang rindang.
Lestarikan Tradisi Grobyok Ikan saat Sura
Setiap tahun menjelang Sura (Muharam), Desa Tanjung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri selalu ramai. Ada tradisi unik bernama Grobyok Ikan yang digelar untuk masyarakat. Tradisi ini berlangsung di Sumber Gundi, tempat wisata yang menjadi kebanggaan desa.
Tradisi ini sudah lestari sejak lama. Dan turun dari generasi ke generasi. Konon, tradisi ini sudah ada sejak zaman nenek moyang. Namun, sempat vakum selama beberapa tahun, hingga akhirnya dihidupkan kembali pada 2014 lalu.
"Setiap tahunnya, pengunjung yang mengikuti tradisi Grobyok Ikan semakin ramai," ungkap Tri Subianto, Bendahara Desa Tanjung. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang untuk memeriahkan Sura tetapi juga menjadi momen untuk melestarikan budaya dan mempererat kerukunan antar warga desa.
Sebelum tradisi Grobyok Ikan berlangsung, warga menggelar selamatan yang dipimpin sesepuh desa. Tujuannya untuk memohon keselamatan dan kelancaran acara. Ribuan benih ikan disebar berbagai jenis ikan tawar seperti nila, kutuk, lele, tombro, dan tawes di Sumber Gundi beberapa bulan sebelumnya.
Pada hari puncak tradisi, warga desa berkumpul di Sumber Gundi dengan penuh semangat. Tradisi ini dimulai dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan pelepasan ikan ke sumber. Momen inilah yang paling dinanti, di mana anak-anak dan orang dewasa berlomba-lomba menangkap ikan dengan tangan kosong.
Suasana gembira dan penuh canda tawa mewarnai tradisi Grobyok Ikan. Anak-anak bermain lumpur dengan riang, sementara orang dewasa asyik menangkap ikan dan bercengkrama satu sama lain. Ikan-ikan yang ditangkap kemudian dibagikan secara gratis kepada seluruh warga desa.
Grobyok Ikan tak hanya menjadi tradisi yang meriah, tetapi juga memiliki makna yang mendalam. Tradisi ini mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan sumber daya alam. Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan dan gotong royong antar warga desa.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah