Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Moch. Alaq Antoni, Getol Kenalkan Bola Tangan agar Setara dengan Cabor Lain: Kenal Handball gara-gara ‘Ulah’ Muridnya

Emilia Susanti • Selasa, 23 Juni 2026 | 11:12 WIB
TANGKAS: Moch. Alaq Antoni memberi contoh beberapa gerakan olahraga handball. Dia bertekad membawa bola tangan agar setara dengan cabor lain. (FOTO: Emilia Susanti/JPRK)
TANGKAS: Moch. Alaq Antoni memberi contoh beberapa gerakan olahraga handball. Dia bertekad membawa bola tangan agar setara dengan cabor lain. (FOTO: Emilia Susanti/JPRK)

Di era modern, olahraga ini sebenarnya sudah ada sejak abad 19. Namun, popularitasnya memang tak setenar sepak bola ataupun basket. Karena itulah guru olahraga ini sangat getol memperkenalkan ke lingkungan sekolah.

EMILIA SUSANTI, Kota, JP Radar Kediri

 Moch. Alaq Antoni, demikian nama lengkapnya, memegang erat mikrofon. Mendekatkan ke mulutnya yang terus bercerita tentang olahraga bola tangan.

Di belakangnya, slide demi slide saling berganti. Isinya, ringkasan dari apa yang dia sampaikan. Semuanya juga tentang olahraga yang oleh banyak orang dianggap sebagai olahraga baru ini.

“Saya dulu juga tak tahu yang namanya handball ini,” ucap sang pemateri, mengetahui banyak audiens yang datang kurang familiar dengan jenis olahraga yang dia paparkan.

Usaha yang dilakukan Alaq, nama panggilannya, menjelaskan apa itu bola tangan terlihat keras dan sungguh-sungguh.

Baca Juga: Cabor Gulat Bawa Pulang 13 Medali Kejurprov, Fokus Mengasah Kemampuan Atlet

Tak sekadar menjelaskan satu per satu slide di layar. Juga memeragakan secara langsung gerakan-gerakannya. Termasuk meminta bantuan asisten dan atletnya demi bersimulasi di depan peserta.

Saat itu dia tengah mensosialisasikan olahraga bola tangan. Acara itu digelar oleh Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kota Kediri.

Sasarannya adalah guru-guru olahraga. Khususnya yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (MGMP PJOK) jenjang SMA sederajat di Kota Kediri.

Ya, olahraga yang juga dikenal sebagai handball ini memang kurang familiar di kuping masyarakat. Tidak seperti sepak bola, futsal, ataupun sepak bola mini. Juga tak setenar olahraga basket ataupun voli yang sama-sama menggunakan bola. Yang berkecimpung pun masih jarang.

Alaq dan ABTI merasa perlu melakukan sosialisasi. Sebab, tahun depan cabor ini dipertandingkan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim. Sebagai pelatih utama dia tentu butuh atlet-atlet terbaik.

“Kami (ABTI Kota Kediri, Red) akan mengadakan kompetisi handball antar sekolah Agustus nanti,” terangnya.

Bagaimana asal mula Alaq menekuni handball? Kisahnya tergolong menarik. Dia dulu juga tak tahu sama sekali dengan olahraga yang disebut-sebut berasal dari Yunani Kuno ini.

Dia terpaksa belajar gara-gara saat masih mengajar di SMAN 2 Kota Kediri ada muridnya yang ikut kompetisi ini.

“Dulu anak-anak futsal tiba-tiba bilang ke saya kalau mereka daftar handball. Saat itu saya juga nggak tahu handball itu apa,” kenangnya, sambil menyebut kejuaraan berlangsung di Trenggalek.

Baca Juga: Ambisi Besar Atlet Grasstrack Kediri, Ingin Juara Umum Lagi di Porprov Jatim di Tahun Depan

Dia pun harus membantu murid-muridnya itu berkompetisi. Tentu saja harus belajar pula tentang sepak bola tangan. Dan, mulainya pun dari nol!

Bersama muridnya mereka melihat-lihat di YouTube. Belajar seperti apa handball. Kemudian, melakukan simulasi. Setelah itu berangkat ikut kompetisi.

Tak disangka sekolahnya jadi juara. Hasil yang membuat Pengurus provinsi ABTI sampai mendatangi SMA Negeri 2 Kota Kediri. Berujung empat atletnya dipanggil untuk ikut Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2024 silam.

“Tapi hanya dua yang berangkat karena yang lain kembali ke cabor  masing-masing,” jelasnya, saat ditemui di SMA Negeri 3 Kota Kediri, tempat sosialisasi berlangsung.

Uniknya, saat itu, Alaq sejatinya belum memiliki lisensi pelatih handball. Namun itu tak menyurutkan semangatnya membina anak didiknya. Sembari terus belajar meningkatkan kemampuan.

“Jadi waktu di Trenggalek itu, saya kan masih belajar cara mainnya aja di YouTube tetapi aturan pelanggarannya belum terlalu paham. Jadi saat tanding itu saya catat apa aja yang jadi pelanggaran,” jelentrehnya.

Sayangnya, usai menerjuni handbaal, terjadi sesuatu di pengurusan ABTI. Imbasnya, geliat handball menjadi turun bahkan vakum. Alaq pun kembali aktif ke sepak bola.

“Saya ada SSB (sekolah sepak bola, Red) di Purwoasri,” ujar pria asli Desa Pandansari, Kecamatan Purwoasri ini.

Di sepak bola Alaq juga aktif. Dulu adalah seorang pemain. Sempat bergabung dengan Persik U-17. Sayang, cedera membuatnya harus melupakan karir profesional.

Baca Juga: Atlet dan Pelaku Olahraga Aman, KONI Kabupaten Kediri Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Dapat Perlindungan

“Saya memang menyukai semua olahraga, jadi saya nggak masalah kalau ke handball,” akunya.

Kembali ke handball, Alaq sangat bersemangat menghidupkan olahraga ini di Kota Kediri. Dia melihat banyak pihak yang ingin hal serupa. Mulai dari pengurus hingga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri. Terpenting adalah semangat para atlet-atletnya.

Terakhir, peluang handball mengikuti porprov telah terbuka lebar. Pasalnya, anak asuh Alaq berhasil mencatatkan prestasi berupa medali perunggu di ajang kejuaraan provinsi pada Mei lalu. Hal itu menjadi tiket keikutsertaan handball dalam ajang bergengsi antar-daerah di Jawa Timur itu.(fud)

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#cabor bola tangan #handball kota kediri #cabor handball #moch alaq antoni #ABTI Kota Kediri