Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Inspiratif Revania Bella Pratiwi, Baru Masuk SMP Sudah Menunjukkan Kemampuan Berbisnis Tangguh

Ayu Ismawati • Jumat, 27 Juni 2025 | 17:00 WIB

 

 

Reva menunjukkan karya kerajinan tangannya yang sudah layak jual. Gadis ini bisa mendulang pendapatan dari hobinya tersebut.
Reva menunjukkan karya kerajinan tangannya yang sudah layak jual. Gadis ini bisa mendulang pendapatan dari hobinya tersebut.

Usianya masih sangat belia, baru 13 tahun. Sekolahnya pun masih kelas 1 SMP. Namun dia sudah layak disebut sebagai pebisnis cilik.

 Ruang tamu rumahnya sebagian dipenuhi elatase. Isinya, aneka kebutuhan rumah tangga yang memang sengaja dijual. Ada pula air minum dalam kemasan. Berbagi ruang dengan satu set sofa yang ada di sebelahnya.

Di sela-sela barang jualan itu ada kotak plastik bersekat. Di dalamnya berisi manik-manik. Kotak tersebut jumlahnya belasan. Disimpan bertumpuk.

Ada lagi tumpukan kardus. Isinya beragam bahan kerajinan tangan. Milik Revania Bella Pratiwi, anak si pemilik rumah.

Di ruang tamu itu Reva-sapaan akrabnya-membuat kerajinan tangan. Gelang, cincin, gantungan kunci, hingga tali gantungan ponsel. Hampir semua tersusun dari manik-manik.

“Bentuknya sesuai permintaan. Biasanya dari teman-teman atau dari kenalan yang pesan,” ucapnya, sembari tangannya lincah menunjukkan beragam aksesori.

Ya, gadis cilik yang tinggal di Jalan Semeru gang II Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto ini boleh disebut sebagai pebisnis cilik. Hobinya membuat kerajinan tangan berbuah penghasilan. Padahal, dia baru berusia 13 tahun.

Reva juga baru saja tercatat sebagai siswa baru di SMP Negeri 4 Kota Kediri. Kebisaannya sebagai pebisnis cilik juga terekspose ketika dia dalam proses mendaftar. Saat dia berani menawarkan jasa buketnya kepada guru di sekolah barunya itu.

“Waktu itu kan musim kelulusan. Pak Arief (Gurunya di SMPN 4 Kota Kediri, Red) lagi cari buket untuk siswa-siswanya yang lulus. Akhirnya pesan ke saya sebanyak 40 buket,” ceritanya.

Belum pernah menerima pesanan sebanyak itu, Reva pun tertantang menuntaskan pekerjaan di waktu yang sangat singkat. Bahkan sampai begadang untuk menyelesaikan pesanan buket itu. Dan, akhirnya bisa terpenuhi. 

“Reva telah menemukan kegiatan rekreatif melalui hobinya. Kerajinan tangan yang telah dibuatnya mulai kelas 4 adalah akumulasi dari belajar seni rupa yang telah dinikmatinya sejak kecil,” ujar Arief Nurdhiana, guru Reva di SMPN 4 Kota Kediri.

Menurutnya, guru-guru Reva juga memiliki peran besar dalam membentuk jiwa seni dan wirausahanya. Ilmu yang didapat dari proses pembelajaran itu lalu terakumulasi begitu unik dan kreatif pada diri Reva.

“Dan hebatnya lagi, dia mendapatkan modal kegiatannya dari PIP (Program Indonesia Pintar, Red) yang rutin dia terima. Bangsa kita perlu sebanyak-banyaknya generasi mandiri seperti Reva,” terangnya.

Itulah keistimewaan alumnus SD Negeri Lirboyo I itu. Dia adalah seorang pebisnis cilik. Usaha kecil-kecilan itu dia lakukan berawal dari hobi.

“Dari kelas 1 (sekolah dasar) sudah jualan stiker. Dulu dimodali mama Rp 50 ribu untuk beli stiker di online. Dapat untungnya kan lebih dari itu, akhirnya bisa dipakai beli lagi,” kenang sulung dari dua bersaudara itu.

Bisnis buket dan pernak-pernik itu mulai dia geluti begitu memasuki kelas 4 SD. Saat itu, dia belajar secara otodidak dari media sosial TikTok. Dari sebuah kotak berisi berbagai aksesori, Reva menunjukkan sebuah cincin dengan motif bunga-bunga yang dirangkai dari manik berwarna biru dan putih. Cincin itu jadi karya pertamanya. Yang menurutnya belum sempurna, namun amat berkesan. “Bikin buket juga awalnya cuma bisa dari kertas kado yang belinya di toko sebelah. Terus lama-lama bisa beli bahan-bahan buket yang lebih bagus,” akunya.

Buket buatannya pun beragam. Mulai dari buket jajan, uang, bunga imitasi, hingga bumbu-bumbu dapur. Tergantung permintaan dari klien. Kenaikan sekolah dan hari ibu jadi momentum tinggi-tingginya permintaan buket.

“Pernah sebulan bisa dapat Rp 300-an ribu dari buket saja,” terangnya.

Tak heran, saat-saat seperti itu pun dia harus begadang hampir semalaman. Sebab, aktivitas itu baru bisa dia lakukan seusai pulang dari sekolah dan bimbingan belajar (bimbel).

“Kalau banyak orderan gitu biasanya dibantu mama sama tante,” imbuhnya.

Putri dari pasangan Nok Winarni dan Antonius Dwi Prawioko itu mengatakan, hasil berjualannya itu sedikit banyak bisa membantu perekonomian keluarga. Setidaknya bisa jadi tambahan uang saku bagi pelajar yang juga penerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) itu.

Ayahnya merupakan petugas keamanan di salah satu perguruan tinggi di Kota Kediri. Sedangkan sang mama adalah ibu rumah tangga yang juga nyambi berdagang. Mulai dari kebutuhan dapur, gas elpiji, air minum dalam galon, hingga menerima pesanan membuat jajanan seperti basreng, cireng, dan risol. Memanfaatkan ruang tamunya.

“Sepertinya hobi jualan juga dari mama karena mama dari kecil juga sudah terbiasa jualan,” ungkap bocah itu sembari tersenyum, menunjukkan lesung pipinya.

Bisnis kecil-kecilan yang dia geluti itu memang hanya sambilan saja. Tugas utamanya saat ini tetap menjadi seorang pelajar. Terlebih saat ini, dia tengah bersiap menjadi pelajar SMP setelah ditetapkan lolos di SMPN 4 Kota Kediri pada SPMB Kota Kediri 2025 ini. Tetapi lewat usaha kecilnya itu, Reva sudah bisa membeli berbagai kebutuhan dengan uang hasil kerjanya sendiri.

“Sekarang kalau mau beli baju atau buku bisa sendiri. Dari hasil nabung keuntungan jualan,” ucapnya dengan bangga. (*)

Editor : Mahfud
#umkm #kerajinan tangan #pelajar smp