Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sekolah-sekolah Pemenang Green School Mapping Competition: SMPN 3 Kota Kediri Ubah Problem di Lingkungan Sekolah Jadi Inovasi Baru

Ayu Ismawati • Jumat, 13 Desember 2024 | 18:17 WIB
CERMAT: Kepiawaian tim SMPN 3 memetakan dan merumuskan solusi di Green School Mapping Competition berbuah juara.
CERMAT: Kepiawaian tim SMPN 3 memetakan dan merumuskan solusi di Green School Mapping Competition berbuah juara.

JP Radar Kediri - Bagi siswa dan guru SMP Negeri 3 Kota Kediri itu, menjadi juara Green School Competition (GSC) 2024 tidak termasuk dalam daftar perencanaan mereka.

Teriakan master of ceremony (MC) yang lantang menyebutkan sekolah mereka sebagai juara  sangat tidak mereka duga sebelumnya. Sontak, kegembiraan siswa dan guru itu pun pecah.

“Sampai ada yang naik ke kursi. Sampai kursinya dipegangi sama kakak panitia dari Radar Kediri,” kenang Herlina Rachma Octaviany, sembari tertawa kecil.

Pelajar kelas VII SMPN 3 Kota Kediri itu termasuk dari tiga siswa yang mewakili sekolahnya.

Dia bersama Irfana Al Ulya dan Pasa Juwita Nur Fresiana yang mempresentasikan hasil temuan permasalahan dan gagasan sekolah itu di depan tim juri pada Senin (9/12) lalu.

Selama proses menyiapkan green school mapping, mereka tidak bekerja sendiri.

Melainkan ikut melibatkan belasan siswa lainnya untuk menggali potensi dan ancaman di lingkungan sekolah yang berada di Jl Joyoboyo, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kota itu.

“Jadi ada 18 anak yang dibagi untuk menggali sembilan isu. Masing-masing isu itu dikerjakan oleh dua anak,” bebernya.

Hasil pemetaan yang maksimal itu berawal dari mereka yang memperhatikan betul arahan panitia.

Tomy Sapto Nugroho, guru pendamping GSC di SMPN 3 Kediri mengatakan, metode kafe ide yang dikenalkan dalam workshop GSC 2024 Oktober lalu mereka terapkan dalam praktik di sekolah.

“Dari masing-masing kelompok tiap isu itu lalu mempresentasikan hasil temuan dan solusinya. Terlepas dari itu, semua warga sekolah ikut dilibatkan lewat masukan dan gagasan dari mereka,” terangnya.

Kesungguh-sungguhan itu pun berbuah manis. Sekolah ini didapuk sebagai juara kompetisi yang digagas Dinas Pendidikan Kota Kediri dan Jawa Pos Radar Kediri itu.

Selain sekolah itu, ada juga SMPN 4 Kediri sebagai juara 2. Kemudian, SMP Ar Risalah sebagai juara 3. Lalu disusul SMPN 8 Kediri sebagai harapan 1 dan SMP Al Huda sebagai harapan 2.

“Kalau saya lihat dari hasil kriteria penilaian juri, ada dari sisi presentasi, isi, dan inovasi. Sekolah kami punya inovasi di isu energi yang akhirnya kami maksimalkan di sana,” sambung guru bahasa Indonesia itu.

Salah satu temuan persoalan di sana adalah tingginya penggunaan energi listrik. Saat ini, tidak sedikit pembelajaran yang harus memanfaatkan gawai pintar.

Alhasil, hampir seluruh siswa pasti membawa dan mengoperasikan gawai setiap harinya. Dan itu membutuhkan sumber listrik sebagai pengisi dayanya.

“Karena HP-nya sering dipakai belajar aplikasi, akhirnya banyak yang harus ngecas di sekolah. Dan itu pasti menyerap banyak listrik,” kata Irfana Al Ulya, siswa lainnya, menimpali.

Solusinya, mereka membuat inovasi pengisian daya handphone dari sumber energi terbarukan. Yakni, dari panas matahari menggunakan panel surya.

Dari panel surya yang terpasang di atas gazebo sekolah itu, saat ini setidaknya sudah bisa untuk mengisi daya dua handphone dalam satu waktu. 

“Ini masih awalan karena dayanya juga masih rendah. Rencananya nanti mungkin bisa dikembangkan lagi. Mungkin bisa untuk kelistrikan hidroponik juga,” bebernya.

Selain isu energi, isu sampah juga menjadi temuan krusial di sekolah mereka. Herlina menceritakan, masih banyak teman-temannya yang membuang sampah sembarang.

Praktis, turut mengganggu kenyamanan warga sekolah lainnya.

“Terkadang buang sampah hanya dilempar dari jauh. Akhirnya berceceran. Terus juga teman-teman masih banyak yang bingung memilah sampah,” terangnya.

Sebagai salah satu solusinya, tulisan-tulisan berupa stiker imbauan dan ajakan mereka pasang di beberapa lokasi.

Termasuk di sekitar tempat sampah sebagai upaya edukasi ke teman-teman sebayanya.

“Kami beri tempelan keterangan tempat sampah ini untuk sampah apa. Pemilahan itu juga agar sampah bisa diolah. Seperti sampah anorganik yang kita buat jadi tempat tisu,” urai pelajar berjilbab itu. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #sekolah kreatif #Green School Competition 2024 #smpn 3 kediri #sekolah hijau #green school #jawa pos #GREEN SCHOOL KEDIRI #kota kediri #Sekolah Inovatif