Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Tujuan Warga Saling Pecut dalam Tradisi Tiban di Desa Surat, Mojo, Kabupaten Kediri

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 26 September 2024 | 03:18 WIB
SALING PECUT: Warga antusias mengikuti tradisi tiban yang diadakan di Desa Surat, Mojo, Kediri.
SALING PECUT: Warga antusias mengikuti tradisi tiban yang diadakan di Desa Surat, Mojo, Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Desa Surat merupakan salah satu desa di Kecamatan Mojo.

Desa Surat berada di lereng Gunung Wilis. Di sana, kesenian Tiban tumbuh dengan lestari.

“Tradisi Tiban ini sudah lama sekali. Para leluhur melakukan ritual untuk meminta hujan,” papar Sumadji, salah seorang perangkat desa setempat.

Sumadji mengatakan dia dan warga kerap membuat cambuk untuk perangkat ritual tiban. Bahan pecut tiban dibuat khusus dari lidi pohon aren.

Alasanya karena tekstur lidi dari pohon aren lebih kaku. Selain itu, cambuk dari sada (lidi, red) aren juga lebih ulet. Lidinya alot. Sehingga awet. Tidak gampang patah atau putus.

Kondisi itu berbeda dengan lidi dari pohon kelapa. Lidi dari dahan daun kelapa ini lebih lentur. Teksturnya cenderung rapuh.

Sehingga mudah patah atau putus. Sementara rotan lebih keras. Kurang lentur. Tidak leluasa bila digunakan untuk memecut.

“Saat mengambil sada aren dari pohonnya, saya pilih yang agak muda. Ini karena batangnya lebih ulet,” terangnya.

Sumadji memilih sada aren yang panjangnya berkisar satu meter. Untuk membuat satu cambuk, dia memilin sebanyak 30 sampai 40 batang lidi.

Sebelumnya, sada itu telah dibersihkan. Dahulu tali pengikatnya juga dari bagian pohon aren.

Sekarang ada yang berinovasi menggunakan tali rafia. Dalam sehari, rata-rata Sumadji bisa membuat sampai 10 pecut.

Menurut Sumadji sejak dahulu cambuk tiban asli memang dari sada aren. Termasuk yang digunakan para leluhur yang menjadi pelaku tiban pertama di Desa Surat.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #radar #kediri #mojo #surat #desa #Pecut kuda #jawa pos #tiban #tradisi