Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bumdes Seketi, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri Sediakan Pupuk hingga Persewaan Traktor untuk Petani

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 19 September 2024 | 02:30 WIB
AGRARIA: Kades Seketi Basori berpose di depan kantor bumdes yang bergerak di sektor pertanian.
AGRARIA: Kades Seketi Basori berpose di depan kantor bumdes yang bergerak di sektor pertanian.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Desa Seketi memiliki badan usaha milik desa (Bumdes) yang bergerak di bidang pertanian.

Mereka menyediakan apa saja yang dibutuhkan petani. Mulai pupuk, obat, hingga penyewaan alat pertanian.

Kebutuhan pupuk untuk sektor pertanian sangatlah tinggi. Melihat fenomena itu, pemdes merasa perlu untuk hadir.

Hal ini dibuktikan dengan pengelolaan pupuk, obat, dan kebutuhan pertanian oleh bumdes setempat. Bahkan, bumdes juga menyediakan peminjaman alat pertanian.

“Kami juga meminjamkan peralatan pertanian untuk petani,” jelas Kepala Desa Seketi Basori.

Basori menjelaskan bahwa petani di sana mayoritas menggunakan traktor tangan untuk mengolah sawah.

Ini untuk menghemat tenaga kerja. “Sekarang mulai banyak yang menggunakannya karena lebih hemat,” tuturnya.

Berkaca dari fenomena tersebut pemdes akhirnya melakukan pengadaan traktor. Alat tersebut disewakan dengan tarif yang relatif terjangkau. Lebih murah dibanding persewaan pada umumnya.

“Dengan begitu harapannya bisa menekan ongkos produksi petani menjadi lebih murah,” kata Basori.

Uang sewa traktor tersebut masuk ke kas desa. Sehingga sewa traktor menjadi salah satu pemasukan desa. “Pemerintah desa memiliki sumber untuk menjadi mandiri,” pungkasnya.

 

Geluti Hobi Kerajinan Tangan Jadi Bisnis Menjanjikan

Bengkel kerja perajin bunga artifisial atau di Dusun Telukan, Desa Seketi itu berukuran 2x7 meter.

Di sana, Erfan Efendi berkarya membuat bunga plastik yang didesain mirip aslinya. Baik daun, tangkai, batang hingga potnya.

“Sejak 2006 saya menggeluti bisnis ini. Hasilnya menjanjikan, asal tekun saja,” ungkap Erfan.

Dibantu dua karyawannya, selama seminggu mereka mampu membuat 30 pot bunga.

“Karyawan saya ya warga sekitar, kebanyakan pemuda” imbuh ayah dua anak ini.

Dari berbagai bisnis yang pernah dicoba, ternyata yang paling cocok dan berkelanjutan adalah usaha bunga artifisial.

Mulai dari pot, batang hingga desain dibuat bersama karyawannya. Sedangkan untuk bunga, dia impor dari luar negeri.

Untuk proses pembuatannya, Erfan membutuhkan waktu sekitar satu minggu. “Karena saya potnya bikin sendiri

Cetak sendiri sampai kering. Lalu tahap pemasangan batang pohon atau tangkai bunganya,” terang Erfan sambil menunjukkan proses pembuatan.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#sewa #radar kediri #petani #radar #kediri #pertanian #ngadiluwih #bumdes #traktor #desa #pupuk #jawa pos #seketi