KEDIRI, JP Radar Kediri- Usaha keripik pisang ini dikembangkan oleh Qodar Pradana, 32. Dia telah menjalani bisnis tersebut sejak 2015.
Qodar memulai bisnis ini dari bawah. Dia mengawali dengan membuat keripik pisang berkemasan 2 ons.
Namun, kemasan kecil ternyata kurang laku. Sehingga dia beralih untuk membuat kemasan yang berisi 3 kilogram.
“Saya memasarkan ke beberapa toko-toko grosir yang berada di eks-karisidenan Kediri. Toko ternyata lebih laku yang kemasan 3 kilogram,” ujar Qodar.
Mantan pemain Persik Kediri U-17 ini mengaku produksinya bisa mencapai 1 kuintal. Itu pada hari biasa. Namun, saat mendekati hari raya, produksinya bisa bertambah.
Keripik pisangnya dikenal dengan merek Pisbuk. Kepanjangannya pisang buatan ibuk. Itu karena ibu mertuanya yang pertama kali mencoba membuat olahan tersebut.
“Saya sengaja tidak memberi penjelasan perihal kepanjangan nama merek itu. Karena jika ada yang penasaran agar langsung tanya ke saya,” terang Qodar.
Bisnis tersebut sangat membantu perekonomian warga Desa Pule. Karena Qodar memperkerjakan 10 karyawan yang merupakan tetangganya sendiri.
Dukung UMKM Berkembang, Pemdes Pule Lakukan Pendampingan
Geliat UMKM di Desa Pule sangat beragam. Mulai dari kuliner hingga kerajinan tangan. Beruntung, pemdes memberikan perhatian lebih pada sektor ini. Salah satunya dengan memberikan pendampingan usaha.
“Kami terus lakukan pendampingan dan memonitoring para pelaku UMKM,” ungkap Kepala Desa Pule Sucipto.
Menurutnya, upaya yang dilakukannya itu mulai membuahkan hasil. Beberapa UMKM di Desa Pule berhasil menembus pasar luar kota. Omzet yang didapat pun perlahan meningkat. Mencapai jutaan rupiah per bulannya.
Sucipto mengaku ikut senang dengan perkembangan usaha warganya. Pihaknya tidak segan untuk memberikan pendampingan setiap warga membutuhkan. Bahkan, pemdes sangat terbuka dengan hal tersebut.
Pendampingan dan pelatihan dilakukan dengan berbagai cara. Harapannya satu. Semakin mengembangkan potensi UMKM yang ada di Desa Pule. “Kami ingin pelaku UMKM di sini bisa sukses,” akunya.
Perhatian pemdes tidak hanya sampai di sana. Pihaknya mengaku tertarik untuk bekerjasama dengan pelaku usaha untuk mengembangkan desa wisata. Hanya saja, itu semua masih harus digodok dengan matang.
“Kami juga ingin membuat semacam wisata edukasi yang nantinya dapat digerakkan oleh masyarakat,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah