Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Cara TPS 3R di Desa Paron, Ngasem, Kabupaten Kediri Sulap Sampah Jadi Berkah

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 29 Agustus 2024 | 04:13 WIB
UBAH LIMBAH JADI BERKAH: TPS 3R di Desa Paron, Ngasem, Kabupaten Kediri berhasil menyelesaikan masalah sampah dan mengubahnya jadi barang bermanfaat.
UBAH LIMBAH JADI BERKAH: TPS 3R di Desa Paron, Ngasem, Kabupaten Kediri berhasil menyelesaikan masalah sampah dan mengubahnya jadi barang bermanfaat.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Berbagai cara dilakukan oleh Pemdes Paron untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Salah satunya dengan membuat Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, and Recycle (TPS 3R). Keberadaan TPS 3R tersebut sangat membantu.

Keberadaan TPS 3R di Desa Paron sangat vital dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, pundi-pundi rupiah bisa didapatkan dari pengelolaan sampah yang ada.

“Kami mengusung konsep 3R karena sebuah sampah yang biasa saja akan diubah menjadi suatu produk bernilai jual,” ungkap Kaur Perencanaan Pembangunan Desa Paron Ahmad Toyib.

TPS 3R tersebut mulai menerima sampah pukul 05.30 WIB hingga 11.00 WIB. Tarif yang dipatok untuk warga yang tergabung dalam TPS ini adalah Rp 12.500 per bulannya.

“Selama ini sudah lebih dari 200 warga yang memanfaatkan TPS ini,” imbuhnya. Di sana ada beberapa pekerja yang memilah dan mengolah sampah hasil tampungan dari warga.

Kebanyakan yang dipilah adalah sampah plastik dan sisa-sisa rumah tangga. “Untuk plastik, nanti bisa dijual lagi ke pengepul. Sementara sampah sisa dapur kami giling untuk dijadikan kompos,” kata Toyib.

Masih kata Toyib, bahwa TPS 3R yang dikelola lembaga Paron Berseri itu sudah memiliki alat giling sendiri. Sehingga bisa menjadikan berbagai macam ukuran sampah organik menjadi butiran kecil.

Untuk sampah berupa barang-barang bekas yang terbuat dari kaca, logam, atom, plastik dan semacamnya dijadikan satu kotak untuk dijual kepada pengepul. Ada juga yang dijadikan produk kerajinan tangan.

Seperti pembuatan tempat majalah dari tutup botol bekas. “Kami juga manfaatkan sumpit sekali pakai untuk dibuat vas bunga,” pungkasnya.

 

Lestarikan Seni dengan Membuat Topeng Bujang Ganong

Kreativitas pemuda Desa Paron patut diacungi jempol. Salah satunya adalah Mahmud Septiawan Afrizal.

Dia membuat karya seni sebagai bentuk melestarikan budaya. Terutama kesenian jaranan. Dari tangannya dia mampu menciptakan karya berupa ganongan.

“Dulu membuat kerajinan kesenian ini hanya iseng-iseng saja,” kata pemuda yang karib disapa Mahmud tersebut.

Kesenian yang dibuatnya adalah ganongan atau bujang ganong. Sebagai pemain jaranan, dia sangat menggandrungi tokoh tersebut.

Berawal dari keisengan membuat topeng, kini pesanan terus berdatangan. Bahkan kini dia telah memiliki galeri sendiri. Letaknya yang tak jauh dari rumahnya.

Selain membuat topeng karakter, Mahmud juga membuat gantungan kunci. Dia yakin topengnya memiliki keunggulan yang berbeda.

Cat yang digunakan bukan cat kayu. Melainkan cat khusus. Sehingga topeng yang dihasilkan memiliki warna yang tajam, halus, mengkilat dan tahan lama.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #radar #kediri #tps #3r #desa #Paron #jawa pos #sampah