JP Radar Kediri- Ngreco Sakdeg Saknyet telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir. Program ini diluncurkan guna memudahkan pengambilan data. “Program ini sudah ada saat pendemi Covid-19,” ujar Sekretaris Desa Ngreco Ahmad Duseb Juan.
Program ini sejatinya sangat simpel. Pemdes memanfaatkan aplikasi google form. Dengan cara itu, kebutuhan pengambilan data dapat dilakukan dengan lebih singkat. Seperti saat pihaknya diminta mengumpulkan data pelaku UMKM oleh Pemkab Kediri.
“Nantinya saya akan mengirimkan link google form di grup RT untuk diisi,” jelasnya.
Tidak hanya untuk mendata UMKM. Pendataan terkait kondisi warga juga dilakukan dengan program ini. Seperti pendataan tentang penggunaan jamban masyarakat. Di dalam google form tersebut warga diberi beberapa pertanyaan. Mulai dari kondisi jamban hingga pembuangannya.
“Data form yang dikirim ke grup nantinya akan disebarkan RT ke warganya masing-masing,” tuturnya. Dengan begitu proses pendataan akan lebih efisien. Tidak hanya cepat. Pemdes juga tidak perlu menyebar form dari kertas. Terobosan ini disambut hangat oleh masyarakat. Terbukti dari program tersebut masih berjalan hingga saat ini.
Kembangkan Penggemukan Lembu Simental dan Limosin
Warga Desa Ngreco banyak yang menjadi peternak sapi. Salah satunya adalah Muhammad Khambali. Dia telah lama menggeluti usaha tersebut. Kini, dia telah memiliki 30 ekor sapi. Semuanya dalam proses penggemukan.
Ada dua jenis sapi yang dipelihara oleh Khambali. Pria 54 tahun ini memilih sapi jenis Simental dan limosin. Semuanya pejantan. Tercatat, usahanya kini telah berjalan selama 20 tahun. Namun, delapan tahun terakhir ini dia baru menekuni penggemukan dengan pakan fermentasi.
Bahan pakan fermentasinya dari limbah kedelai, kulit kopi, dan limbah industri roti. Khambali mendapatkannya dari tetangga. Selain itu, dari pabrik yang harganya murah. “Niat saya dengan fermentasi ini bisa memanfaatkan limbah agar bisa diolah dan lebih bermanfaat,” ujarnya.
Selama beternak, Khambali dibantu Galih, menantunya. “Saya sebelum menikah tidak tahu perihal berternak sapi. Namun setelah menikah, mertua saya (Khambali, Red) mengajari bertenak ini,” aku Galih yang ditemui di sela memberi makan sapi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah