Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Bendo, Pagu, Kabupaten Kediri: Jadi Tempat Tumbuhnya Seniman Ketoprak dan Peternak

Habibaham Anisa Muktiara • Kamis, 2 Mei 2024 | 16:30 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: Sunardi alias Koyek bermain ketoprak di depan anak-anak. Dia menjadi salah satu seniman yang masih setia dengan kesenian ketoprak hingga sekarang.
LESTARIKAN BUDAYA: Sunardi alias Koyek bermain ketoprak di depan anak-anak. Dia menjadi salah satu seniman yang masih setia dengan kesenian ketoprak hingga sekarang.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Sepak Terjang Seniman Ketoprak dan Peternak Asal Desa Bendo, Kecamatan Pagu. Dari Desa ke Desa, hingga Tembus Mancanegara.

Tak banyak orang yang masih setia melestarikan kesenian ketoprak. Berbeda dengan Sunardi alias Koyek. Warga Desa Bendo, Kecamatan Pagu ini bertahun-tahun tetap setia di jalannya.//

Sunardi alias Koyek mungkin merupakan satu dari sedikit seniman ketoprak yang masih setia berkesenian. Sepak terjangnya tak perlu diragukan. Panggung ke panggung, desa ke desa sudah jamak dijalani. Bahkan dia sempat dipercaya beraksi di negeri jiran Malaysia.

Kepiawaiannya dalam kesenian ketoprak sudah dimulai tahun 1979. “Sebelum terjun ke dunia ketoprak saya dulu dalang wayang orang Jayabaya,” cerita Koyek saat ditemui dirumahnya di Dusun Bendo, Desa Bendo, Kecamatan Pagu.

Selang satu tahun kemudian, dia ganti menggeluti kesenian ketoprak. Mulai dari grup Anom Budaya, Siswa Kabuda, Siswa Budaya, hingga Surya Budaya.

Selain pintar bermain peran, pria berusia 59 tahun ini juga pintar menyiapkan make up sendiri. Kepiawaiannya di dunia seni ini rupanya warisan. Bapak dan kakek buyutnya merupakan seniman pedalangan.

“Saat kecil saya mulai terjun di dunia seni mulai usia tujuh tahun,” kenangnya.

Saat terjun di dunia seni, awalnya dia menjadi penari. Keputusannya itu didukung oleh keluarga. Terlebih, ketika itu ketoprak masih sangat digemari oleh masyarakat. Kala itu banyak orang membutuhkan hiburan.

Sayangnya, kondisi zaman sudah berubah. Bila dulu pertunjukan ketoprak dinantikan masyarakat, kini berbeda. Mereka justru kesusahan mencari penonton. Ketoprak keliling atau tobong sudah hampir tidak ada di Kediri.

Dia bercerita bahwa Ketoprak Tobong Suryo Budaya yang didirikannya sudah tidak lagi berkeliling sejak 2017 silam. Dia menekankan bahwa tobong yang dia miliki itu adalah tempat untuk berorganisasi bagi siapapun yang ingin belajar ketoprak. Bukan tobong dalam artian berkeliling seperti sebelumnya. Untuk pertunjukan akan dilakukan jika memang ada permintaan.

“Tetap suka dilihat langsung, bisa unjuk kebolehan (kemampuan, red). Di depan kamera banyak di cut-nya,” akunya.

Terakhir, dia memasrahkan ketoprak kepada anak bungsunya. Ketoprak Tobong Suryo Budaya dipimpin langsung oleh anaknya sejak 2010. Koyek sendiri, masih bermimpi besar ketoprak bisa terus hidup. Meski tidak dengan cara yang lama, setidaknya dengan ide-ide baru.

Pemdes Dorong Bertumbuhnya Peternakan Ikan Lele.

Tidak hanya dibidang seni. Warga Desa Bendo, Kecamatan Pagu juga banyak yang berkecimpung dalam pembudidayaan ikan lele. Salah satunya yaitu Yoyok. Memang, usaha tersebut tidak selalu mulus. Namun, dia tak pernah menyerah.

Agar usahanya tetap berjalan, Yoyok harus pintar-pintar memutar otak. Terutama ketika mitra kerjanya juga mengalami kesulitan permodalan. Meski dengan segala tantangan tersebut, dia tetap telaten. Bahkan, tetap memberikan motivasi kepada rekan-rekannya untuk tidak mudah menyerah.

"Dalam budidaya ternak, harus pintar-pintar mengatur kondisi kolam," ujar Yoyok.

Apalagi dengan bisnis tersebut, kini dia sudah memiliki mitra. Total ada lima orang. Untuk pemasarannya juga sudah merambah ke luar kota. "Sudah ada yang ambil sendiri," imbuhnya.

Dia menyampaikan, dukungan pemdes dalam pengembangan usahanya juga sangat bagus. "Sering ada penyuluhan dan pelatihan. Termasuk bantuan indukan, disel, dan pakan ikan," papar pria 35 tahun tersebut.

Sebagai pioner pemuda yang berwirausaha, upaya Yoyok sangat diapresiasi Pemdes Bendo. Sebab ia juga mampu mengurangi pengangguran di desanya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #Milineal #seniman ketoprak #desa #kecamatan pagu