Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Plosolor, Plosoklaten, Kabupaten Kediri: Bermula untuk Menekan Stunting, Kini Kembangkan Budi Daya Bibit Lele

Habibaham Anisa Muktiara • Selasa, 16 April 2024 | 21:50 WIB
MANDIRI: Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten memiliki dua dusun. Salah satunya dikenal sebagai Kawasan Budidaya Ikan Lele. Yaitu di Dusun Pipitan.
MANDIRI: Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten memiliki dua dusun. Salah satunya dikenal sebagai Kawasan Budidaya Ikan Lele. Yaitu di Dusun Pipitan.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten memiliki dua dusun. Salah satunya dikenal sebagai Kawasan Budidaya Ikan Lele. Yaitu di Dusun Pipitan.

Di dusun ini terdapat  20 pembudi daya. Mereka terbagi dalam dua kelompok. Yaitu Pokdakan Mina Makmur dan Sumber Rejeki.

"Dulu awalnya ikan lele jadi makanan tambahan untuk menekan angka stunting," terang Kasi Kesejahteraan  Ahmad Subhan.

Agar berkesinambungan, akhirnya kader posyandu dan keluarga dengan anak stunting diberi bantuan. Berupa bis beton dan benih lele. Dari sinilah akhirnya berkembang menjadi usaha pembibitan ikan lele secara masif. Dari semula hanya empat orang kini sudah bertambah banyak.

Memang, banyak faktor yang membuat Desa Plosolor cocok untuk budi daya bibit ikan lele. Kandungan PH-nya mencapai 7, yang bagus untuk budi daya.

Pembibitan dipilih karena hemat biaya perawatan. Bisa panen di har ke-50.  Sedangkan untuk lele konsumsi membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Dengan singkatnya waktu tersebut menjadi hemat dan biaya produksi.

Dengan adanya potensi usaha pembibitan lele, pemerintah Desa Plosolor sangat memberikan dukungan. Bentuk dukungan tersebut dengan mengadakan pelatihan, dan membuatkan gapura penanda bahwa dusun tersebut lokasi pembibitan lele.

Remaja Masjid Kelola Tempat Pemancingan di Sumber  

Ada satu sumber air yang dimiliki Desa Plosolor. Namanya  Sumber Sumantoro. Yang memiliki dua kolam. Luas total sumber sekitar satu hektare dan lokasinya dekat dengan hutan desa.

Hutan yang ada di sisi timur memiliki luas sekitar 300 ru. Diisi berbagai jenis pohon. Seperti bendo, pule, trembesi, dan beringin. Di antaranya ada yang berusia ratusan tahun. Yaitu  bendo dan beringin.

Pihak pemdes berusaha menjaga kelestarian serta mempertahankan keasrian. Termasuk melakukan pemlengsengan di bibir kolam sumber pada 2007.

"Agar tidak terjadi pengikisan. Karena kalau tergerus bisa memakan badan jalan," terang Kades Pujiyono.

Baca Juga: Inilah Sosok Dandim 0809 Kediri yang Pernah Dijuluki Danramil Tsunami

Mulai 2017 lalu, fungsi Sumber Sumantoro bertambah. Bila sebelumnya hanya untuk pengairan sawah, ditambah menjadi lokasi pemancingan. Pemanfaatan sebagai tempat pemancingan tersebut dikelola oleh remaja masjid (remas) setempat.

Sebagai langkah awal, remas mendapat bantuan dari pemdes berupa bibit ikan. Ragamnya, mulai nila, tawes, mujair, lele, dan bawal. Ikan-ikan itu kemudian ditebar di kolam sumber.

Yang menarik, ada waktu pengurasan secara berkala. Waktunya setiap tiga tahun sekali. Ikan yang tertinggal dijadikan hiburan dengan cara ditangkap beramai-ramai. Tahun ini kegiatan berlangsung sebelum puasa.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#lele #plosoklaten #Profil Desa