Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Profil Desa Kaliboto, Tarokan, Kabupaten Kediri: Siasati Rusaknya Pintu Dam dengan Pompa untuk Irigasi Sawah

Habibaham Anisa Muktiara • Jumat, 9 Februari 2024 | 17:42 WIB


RUSAK : Rusaknya pintu dam membuat petani Desa Kaliboto tak bisa mendapat pasokan air dari sungai. Sementara pembenahan oleh BBWS tak kunjung berlangsung.
RUSAK : Rusaknya pintu dam membuat petani Desa Kaliboto tak bisa mendapat pasokan air dari sungai. Sementara pembenahan oleh BBWS tak kunjung berlangsung.

KEDIRI, JP Radar Kediri—Pintu dam itu hanyut diterjang banjir. Sejak saat itu, air dari sungai tak bisa mengalir ke saluran irigasi. Para petani terpaksa menggunakan pompa untuk mengatasinya.

Bencana banjir itu terjadi pada 2022 lalu. Efeknya. pintu dam sungai di Desa Kaliboto hilang. Sejak saat itu, petani tak bisa lagi mendapatkan suplai air dari sungai untuk lahan pertaniannya.

“Dam ini  peninggalan zaman Belanda. Pintu dan rantainya hilang karena banjir. Jadi tidak bisa digunakan," keluh Kepala Desa (Kades) Kaliboto Ropingi.

Akibatnya, warga tidak bisa mengoperasikan dam tersebut. Air sungai tak bisa dibelokkan masuk ke saluran irigasi. “Penanganan dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) ini terlalu lama,” imbuhnya.

Padahal, sawah mereka butuh air. Terpaksa petani menggunakan pompa air. Namun, ternyata, biayanya relatif besar. Yang membebani para petani.

Akhirnya, Pemdes Kaliboto turun tangan. Mereka membuat sumur pompa submesible. Yang dimasukkan dalam program ketahanan pagan.

Pembuatan satu sumur submersible dilakukan di 2023 lalu. Sedangkan tahun ini rencananya akan bertambah dua titik lagi. Yaitu di Dusun Pugeran dan Sumberkepuh.

Khusus yang di Dusun Sumberkepuh, selain untuk mengairi sawah jga digunakan menggelontor limbah home industri.

Ropingi berharap, sambil menunggu perbaikan pintu dam, dengan adanya bantuan sumur submersible ini dapat menekan biaya. Karena  Karena ditanggung kelompok pengeluaran  akan lebih ringan. 

Setiap Tahun Tingkatkan Jalan Desa

Pemdes Kaliboto melakukan peningkatan sarana dan prasarana transportasi warga setiap tahunnya. Berupa perbaikan jalan desa. Tahun ini giliran di Dusun Pugeran yang diperbaiki.

“Dulu pernah diaspal, namun kini sudah rusak parah,” jelas Kepala Desa Kaliboto Ropingi.

Pengaspalan terakhir berlangsung pada 2007 silam. Kondisinya cepat rusak karena menggunakan aspal kualitas biasa. Kini, yang tersisa tinggal bebatuannya saja. Kali ini, aspal yang digunakan adalah aspal hotmix. Sedangkan dananya akan diajukan ke Pemerintah Kabupaten Kediri.

Panjang total jalan yang rusak itu mencapai  800 meter. Berada di permukiman yang menghubungkan dua jalan desa, Jalan Makam dan Jalan Cendana. Karena itu butuh perbaikan segera karena menjadi akses penting warga.

Selain itu, pada 2024 ini Pemdes Kaliboto juga membuat tembok penahan dinding di area persawahan. Sebagai pentuk program ketahanan pangan. Tujuannya sebagai penguat sebelum dilanjutkan dengan pembangunan jalan.

“Lokasinya ada di tiga titik, area persawahan Gandon, Duhu, dan Kulonjreng,” ungkap Ropingi.

Sementara itu, pada 2022 hingga 2023, program infrastruktur ketahanan pangan dirupakan pembangunan jalan pertanian. Lokasinya berada di area persawahan Duhu, panjangnya sekitar satu kilometer.

Sebelumnya, jalan itu hanya setapak. Yang cuma bisa dilewati sepeda pancal maupun motor. Kini petani dapat mengakut hasil panen dengan menggunakan tosa atau truk.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#milenial #desa