Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dispertabun Kabupaten Kediri Menggandeng Produk UMKM Unggulan untuk Mengisi Stan Pameran di Festival Kuno Kini 2026

Redaksi Radar Kediri • Sabtu, 23 Mei 2026 | 03:38 WIB
HIMALAYA AZZAHRA/JPRK
PRODUK UNGGULAN: Dispertabun Kabupaten Kediri menggandeng produk UMKM unggulan untuk mengisi stan pameran di Festival Kuno Kini 2026.
HIMALAYA AZZAHRA/JPRK PRODUK UNGGULAN: Dispertabun Kabupaten Kediri menggandeng produk UMKM unggulan untuk mengisi stan pameran di Festival Kuno Kini 2026.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Stan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung. Mengusung konsep inovasi pangan lokal, stan tersebut menghadirkan berbagai produk olahan berbahan dasar tradisional yang dikemas secara modern dan kekinian.
Melalui pembinaan kepada pelaku UMKM, Dispertabun berupaya mendorong produk pangan lokal agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing. Keikutsertaan Dispertabun dalam pameran tersebut tidak hanya untuk mengenalkan produk UMKM binaan.
“Tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengolahan bahan baku yang baik dan benar,” ujar Deni Manggiharto, 46, Pengawas Mutu Hasil Pertanian Muda Dispertabun Kabupaten Kediri.
Menurutnya, peningkatan kapasitas pelaku UMKM menjadi salah satu fokus utama. Harapannya agar produk olahan hasil pertanian lokal memiliki kualitas yang sesuai standar dan mampu diterima pasar modern. “Supaya kualitas produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang berlaku,” tutur Deni.
Dalam stan tersebut, Dispertabun menghadirkan dua UMKM binaan dengan konsep dari bahan kuno diolah kekinian. Konsep itu selaras dengan tema Kuno Kini yang menggabungkan unsur tradisional dengan inovasi modern. Sehingga produk lama tetap relevan dan diminati masyarakat saat ini.

Baca Juga: BRI Kediri Permudah UMKM dan Kredit Rumah bagi Nasabah, Hadirkan Sederet Layanan Perbankan di Festival Kuno Kini 2026
Salah satu pelaku UMKM yang turut hadir yakni Siti Fatimah, 55, warga Kecamatan Kandat. Ia mengembangkan berbagai olahan nanas dengan memanfaatkan hasil panen petani lokal. Dari tangan kreatifnya, buah nanas diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi seperti sirup nanas dan sambal nanas.
Produk olahan tersebut mendapat respons positif dari pengunjung karena menghadirkan cita rasa unik sekaligus menjadi bentuk inovasi pangan lokal. Bahkan, produk miliknya kini tidak hanya dipasarkan di wilayah Kediri. Tetapi juga telah dikirim ke luar kota.
“Selama ini kami dibina dan banyak diberikan berbagai pelatihan, mulai dari pengolahan produk hingga menjaga kualitas bahan baku,” ucap Siti.
Selain olahan nanas, stan Dispertabun juga menghadirkan produk berbahan dasar tiwul milik Uli Nikmah, 45, warga Kecamatan Semen. Jika selama ini tiwul identik sebagai makanan tradisional, Uli mencoba menghadirkan inovasi baru dengan mengolahnya menjadi camilan ringan modern yang lebih diminati berbagai kalangan, khususnya anak muda.
“Ya kita berinovasi mbak, dari bahan yang kuno kita olah menjadi kekinian, kan juga sesuai dengan konsep Kuno Kini ini,” kata Uli.
Melalui kemasan yang lebih menarik dan proses pengolahan yang modern, produk tiwul tersebut mampu memberikan nilai tambah. Tidak hanya fokus pada inovasi produk, Dispertabun juga memastikan seluruh UMKM binaan telah memenuhi standar keamanan pangan.

Untuk diketahui, animo masyarakat serta pelaku UMKM di Kediri dan sekitarnya sangat tinggi sejak 14 Mei 2026 hingga 24 Mei 2026 pelaksanaan acara. Festival Kuno Kini 2026 disupport oleh Yamaha dan BRI.  (c1/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
#festival kuno kini 2026 #Dispertabun kabupaten kediri