Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kelompok Kentrung Kreasi Batara Guru dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Berikan Pesan Edukasi lewat Kesenian di Panggung Festival Kuno Kini 2026

Redaksi Radar Kediri • Senin, 18 Mei 2026 | 20:19 WIB
Kelompok Kentrung Kreasi Batara Guru dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri tampil membawakan lakon Golek Kencono Bayangan Cinta Panji Sekartaji. (wahyu adji)
Kelompok Kentrung Kreasi Batara Guru dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri tampil membawakan lakon Golek Kencono Bayangan Cinta Panji Sekartaji. (wahyu adji)

KEDIRI, JP Radar Kediri– Suasana panggung utama Festival Kuno Kini dipenuhi tawa pada Minggu malam (17/5). Para penonton yang hadir seakan terhipnotis dengan penampilan kelompok Kentrung Kreasi Batara Guru dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.

Mereka tampil membawakan lakon Golek Kencono Bayangan Cinta Panji Sekartaji. Pertunjukan sastra lisan khas Jawa Timur itu sukses memadukan kisah klasik, guyonan segar, serta pesan pendidikan dalam satu panggung yang menghibur.

Kisah yang diangkat menceritakan perjalanan cinta Dewi Sekartaji atau Putri Galuh Candrakirana dengan Panji Asmorobangun atau Panji Inu Kertapati. Tokoh utama dalam Cerita Panji dari era Kerajaan Kediri-Jenggala abad ke-13. Cerita legendaris tersebut dikemas lebih modern dan santai sehingga mudah dinikmati semua kalangan, mulai anak-anak hingga orang tua.

Menariknya, pertunjukan itu melibatkan para guru dan tenaga pendidik di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Mereka tidak hanya tampil sebagai pelaku seni. Tetapi juga membawa misi edukasi melalui setiap adegan dan lagu yang dibawakan.

Baca Juga: 60 Ribu Pengunjung Padati Festival Kuno-Kini, Panitia Siapkan Hadiah Satu Unit Motor untuk Pengunjung

“Kita dalam setiap kali pertunjukan kentrung itu membawa pesan-pesan pendidikan. Spirit kami melakukan penyuluhan kepada anak-anak khususnya dan pelaku pendidikan untuk membimbing, membina, dan mendidik,” ujar Denok Widjajati, 58, Kepala SMPN 2 Plemahan.

Di sela alur cerita, para pemain menyisipkan pesan tentang pentingnya hidup rukun dengan teman serta edukasi anti bullying di lingkungan sekolah. Penyampaian yang dibalut humor khas kentrung membuat pesan moral terasa ringan namun tetap mengena bagi penonton.

Penampilan semakin hidup dengan iringan musik tradisional dari Cendikia Melody. Alunan kendang, rebana, dan alat musik tradisional lainnya membuat suasana panggung terasa meriah dan khas budaya Jawa Timur. Ditambah kostum para pemain yang unik dan penuh warna, penonton pun tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan hingga selesai.

Denok menuturkan, pertunjukan tersebut menjadi salah satu upaya mengenalkan kembali kesenian lokal Kediri kepada generasi muda. Menurutnya, kentrung merupakan hiburan rakyat yang memiliki nilai budaya sekaligus sarana penyampaian pesan sosial kepada masyarakat.

Antusiasme penonton terlihat hingga akhir pertunjukan. Salah satunya Brajasena, 6, warga Kampung Dalem Kota Kediri yang tetap bertahan menyaksikan pementasan meski malam. Bocah itu mengaku terhibur dengan aksi para pemain di atas panggung. “Kostum nya lucu, mama sudah ngantuk tapi aku masih kepingin nonton,” ujarnya sambil tertawa.

 Untuk diketahui, animo masyarakat serta pelaku UMKM di Kediri dan sekitarnya sangat tinggi sejak 14 Mei 2026 hingga 24 Mei 2026 pelaksanaan acara. Festival Kuno Kini 2026 disupport oleh Yamaha dan BRI. (c1/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
#festival kuno kini 2026 #dinas pendidikan kabupaten kediri #ketoprak