Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tarian Tradisional Pikat Ratusan Penonton Festival Kuno Kini Kediri, Angkat Cerita Sejarah Budaya Lokal  

Hilda Nurmala Risani • Minggu, 1 Juni 2025 | 08:08 WIB
KOMPAK: Penari cilik tampil menawan di atas panggung.
KOMPAK: Penari cilik tampil menawan di atas panggung.

KEDIRI, JP Radar Kediri-  Festival Kuno Kini 2025 tidak hanya menyajikan kuliner dan permainan tradisional. Masyarakat yang berkunjung juga disuguhkan dengan hiburan tarian tradisional yang menceritakan tentang sejarah masa lalu. 

Banyak pengunjung yang terpukau menyaksikan pertunjukan seni itu. Salah satunya adalah Aprillia Ayu Puspitasari. Perempuan 28 tahun asal Banyakan itu mengatakan setiap tarian punya makna di setiap gerakannya. 

Baca Juga: Berburu Minuman Khas Era Kerajaan Kediri di Festival Kuno Kini 2025

“Dua kali ke Festival Kuno Kini hanya untuk menonton pertunjukkan tari. Banyak kesan seperti tari Nrittya dan tari Dewi Sangkrah,” jelas perempuan yang akrab disapa April itu.

Dia memberi apresiasi karena tarian ini mampu memperkenalkan cerita budaya melalui tari. Pengunjung juga diajak untuk memaknai setiap busana yang dikenakan penari. 

Baca Juga: Seru-Seruan Mengolah Mi di Festival Kuno Kini 2025 Kediri

“Kalau diamati juga setiap busana yang dikenakan ini berbeda. Mulai dari warna, pernak-pernik hingga aksesoris memiliki makna filosofis,” imbuhnya sembari memberi penjelasan setiap pertanyaan yang diajukan oleh anaknya.

Dia mengaku terpikat dengan banyaknya pertunjukkan tari karena  bisa menambah pengetahuan sejarah dan budaya kepada anak-anak sejak dini. “Selain menikmati kuliner, juga sekaligus wadah memperkenalkan lebih dini kepada anak terkait sejarah dan budaya di Kabupaten Kediri,” pungkasnya. 

Baca Juga: Festival Kuno Kini Angkat Kuliner Tradisional Lewat Seni Tari

Seperti pada Kamis (29/5), ada empat sanggar tari yang ditampilkan. Yakni tari Blibeseta, tari Dewi Kilisuci, tari Dewi Sangkrah, dan tari Perang Celeng. Semua penari tampil dengan energik dan memukau penonton. “Kami satu kelompok bertujuh menampilkan tari blibeseta,” jelas Arumi Afuw Ganiy Syahida salah satu anggota penari dari Sanggar Dworowati, Kecamatan Mrican, Kota Kediri.

Arumi menjelaskan, tari Blibeseta ini merupakan tarian yang menggambarkan tentang burung jelmaan Angling Darma yang sedang merayu Dewi Ambarwati. Menggunakan kostum warna putih dan biru, Arumi menari dengan lemah gemulai di hadapan pengunjung. “Untuk tampil acara ini latihan hanya satu kali, sebab kami sudah sering menarikannya,” ungkap Arumi.

Baca Juga: Jenang Debog Jadi Primadona di Kuno Kini Fest 2025, Penjual sebut ini dibuat dengan gula asli

Penampilan meriah juga dilakukan sanggar tari Flying Star Dance. Kelompok tari yang beranggotakan enam orang ini menarikan tentang Dewi Kilisuci. Untuk melakukan penampilan ini, mereka membutuhkan waktu latihan selama enam hari.  

“Sempat dekdekan tapi sekarang sudah lega,” aku Akifa Yumna Fahir.

Baca Juga: Long Weekend, Ramai-Ramai Kunjungi Festival Kuno-Kini, Pengunjung Membeludak, Panitia Optimalkan Pengawasan Stan

Setelah penampilan tari Blibeseta dan Dewi Kilisuci, dilanjutkan dengan penampilan tunggal dari Balqis Adzara Iqlila. Meski tampil sendiri, bocah berusia 10 tahun ini tampil dengan energik. Tidak hanya gerak tarinya yang memukau, namun mimik wajahnya bisa berubah sesuai gerakan tarinya. 

“Saya latihan tari ini selama satu minggu,” aku Balqis.

Baca Juga: Magic Water di Festival Kuno-kini Kediri, Minuman Viral yang Jadi Incaran Pengunjung

Bocah yang kini duduk dibangku kelas empat SD NU Pare ini ikut tampik di Festival Kuno Kini 2025 setelah dapat informasi dari brosur. Karena penasaran, dia akhirnya mendaftarkan dirinya.

Yang tampil terakhir adalah Sanggar Darmo Saputro. Kelompok. Ada delapan orang yang menarikan tari perang celeng. “Jadi celeng ini ibaratnya adalah hama, dimana petani ini kesulitan karena hama. Tari ini tentang petani yang mengusir hama,” ungkap Anidy Naura Azalia Putri.

Baca Juga: Magic Water di Festival Kuno-kini Kediri, Minuman Viral yang Jadi Incaran Pengunjung

Sesuai dengan judul tarian, Naura bersama dengan Elrlita Della, Alviram Munaff Putri Widyasari, Priyamka Aulia Putri Santoso, Kirana Putri Larsati, Aska Savira Azzar, Frisikyla Zahranina Maulida, dan Ghaitsa Shafyyla Arinda Saffa lengkap membawa kuda lumping dan celeng.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#Sejarah Budaya #kediri #penonton #Festival Kuno Kini #tarian tradisional