KABUPATEN, JP Radar Kediri-Festival Kuno-Kini yang berlangsung sejak 23 Mei hingga 1 Juni nanti, menyedot animo masyarakat Kediri Raya.
Dalam dua hari penyelenggaran, sedikitnya ada sekitar 50 ribu pengunjung yang berbelanja ke ratusan stan di sana.
Dampaknya, dagangan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mengikuti pameran ludes terjual dan omzet mereka naik dua kali lipat.
Pantauan koran ini, puncak keramaian terjadi pada Sabtu (24/5) malam dan Minggu (26/5) malam.
Sebanyak 257 stan yang berpartisipasi di pameran juga mulai ramai pengunjung sejak pukul 15.00 atau pukul 11.00 setiap harinya.
Yang membuat Dela semakin senang, meski dia berniat membuka lapak sampai malam, ternyata dagangan yang dibawanya ludes hanya dalam waktu empat jam!.
“Senang sekali bisa berjualan di event Kuno-Kini ini,” ungkap perempuan berusia 25 tahun itu yang mengaku siap ikut pameran kembali tahun depan.
Hal senada diungkapkan oleh Budianto. Pedagang asal Ngasem itu mendapat banyak cuan dari berjualan aneka jajanan dan minuman di Festival Kuno-Kini.
“Dibanding tahun lalu, tahun ini lebih ramai karena tahun lalu kan juga puasa jadi durasi berjualannya lebih singkat,” paparnya.
Di luar event Kuno-Kini, dalam sehari Budianto hanya bisa mendapat omzet paling banyak Rp 1 juta.
Sedangkan di acara yang digelar dalam rangkaian HUT ke-1.221 Kabupaten Kediri itu dia bisa mendapat omzet hingga Rp 2 juta atau naik dua kali lipat. “Makanya tahun ini saya ikut lagi,” tuturnya sambil tersenyum.
Sementara itu, membeludaknya pengunjung pada Sabtu (24/5) dan Minggu (25/5) kemarin tak lepas dari banyaknya masyarakat yang memilih berkunjung ke area pameran untuk mengisi liburan mereka.
Seperti Dian Jayanti, warga Kelurahan Sukorame, Mojoroto, Kota Kediri yang kemarin mengajak dua anaknya, adik ipar, dan suaminya untuk berbelanja di area pameran.
“Tahunya (Festival Kuno-Kini, Red) dari sosmed-nya Radar Kediri. Setelah itu merencanakan liburan ke sini,” papar perempuan berusia 39 tahun itu.
Selain berbagai jenis produk UMKM yang tersedia di sana, Dian mengaku tertarik datang untuk melihat workshop pembuatan topeng dari bubur kayu. Demikian pula keberadaan sejumlah wahana permainan jadul yang membuatnya sekaligus bernostalgia.
“Agar anak-anak tidak hanya main gadget terus,” urai perempuan yang kemarin mengajari anak-anaknya permainan jadul itu.
Untuk diketahui, Festival Kuno-Kini tahun ini merupakan gelaran kali kedua. Sebanyak 257 stan UMKM menyediakan produk terbaik mereka untuk pengunjung.
Festival yang juga diikuti oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Kediri ini juga menjadi paket hiburan lengkap.
Sebab, setiap harinya ada berbagai pertunjukan seni dan budaya. Lengkap dengan workshop yang sarat edukasi untuk para pengunjung.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira